INILAH.COM, Madrid Jelang laga tandang Atletico Madrid ke kandang Olympique Marseille di babak penyisihan grup Liga Champions, 9 Desember mendatang, Los Rojiblancos menerima ancaman pembunuhan.
Lebih dari 100 email dan faks mampir di Vicente Calderon, khususnya berisi dukungan untuk fans garis keras Marseille, Santo Mirasierra, yang kini masih ditahan pihak kepolisian Spanyol, menyusul keributan di Vicente Calderon, 1 Oktober silam.
Beberapa pesan tersebut ditulis dalam bahasa Prancis, Spanyol dan Inggris dan dikirimkan juga ke media Spanyol. Ancaman kekerasan juga ditujukan kepada Atletico dan fans mereka jika berani bertandang ke Marseille.
Yang lebih memprihatikan, beberapa diantara pesan tersebut berisi ancaman pembunuhan. Mirasierra, salah satu fans Marseille tercanam hukuman delapan tahun penjara setelah dituduh melakukan tindak kejahatan oleh jaksa penuntut Spanyol.
Beberapa pesan yang dikirimkan fans Marseille ini juga ancaman pembunuhan bagi delapan fans Atletico, satu fans sebagai ganti dari ancaman hukuman delapan tahun bagi Mirasierra
Sebelumnya, Atletico sudah mengingatkan fansnya untuk tidak terbang ke Marseille pekan depan. Atletico yang kini berada di puncak grup D, lolos ke babak 16 besar bersama Liverpool.
Sementara itu, Marseille sendiri memiliki poin sama dengan PSV Eindhoven untuk menempati peringkat ketiga dan setidaknya bisa bermain di Piala UEFA.
Atletico mengalahkan Marseille 2-1di kandang sendiri, tapi dibumbui kerusuhan antara fans Marseille dengan kepolisian setempat sebelum kickoff dimulai.
UEFA sendiri telah mengganjar Atletico dengan sanksi larangan menggelar dua pertandingan namun akhirnya dikurangi menjadi satu kali saja. Selain itu, laga juga harus dipindahkan 300 km dari ibukota Madrid. [S1]