INILAH.COM, Jakarta Manajer Produksi Republik Mimpi 0914 Sony, menyatakan akan menyerahkan penghargaan program itu sebagai salah satu talkshow terbaik ke sejumlah pihak. Yakni, Depkominfo, Komisi Penyiaran Indoensia (KPI), dan Imigrasi atau Depkum HAM.
Diabaikannya penghargaan itu, menurut Sony, karena menilai pihak-pihak tersebut tidak mampu menindak Brad Cox, yang bekerja sebagai head of content Antv . Karena itu, pihaknya lebih memilih menghentkan program itu di Antv.
"Mereka lebih senang Republik Mimpi terbunuh daripada orang asingnya ditindak atau dideportasi karena melanggar UU Penyiaran!" kata Sony, dalam email yang diterima INILAH.COM, Rabu (3/12).
Sebelumnya, Head of Corporate Communications Antv Zoraya Perucha, menyatakan kontrak tayangan Republik Mimpi memang hanya 13 episode. Dan hingga saat ini, belum ada kesepakatan akan memperpanjang acara yang cukup beken tersebut.
Republik Mimpi terpilih menjadi talkshow terbaik di urutan kedua, dari penilaian yang dilakukan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) bersama Yayasan SET, The Habibie Center, dan beberapa LSM. Hasil penilaian itu dipaparkan di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Rabu (3/12).
Di urutan pertama, tepilih program Kick Andy yang ditayangkan Metro TV. Sementara di bawah Republik Mimpi 09/14, secara berurutan adalah Dorce Show (Trans TV), Ceriwis (Trans TV), dan Empat Mata (Trans 7).
Ironisnya, Republik Mimpi justru dihentikan penayangannya sejak 20 November lalu. Manager Republik Mimpi Hafiz Syahnara, menyatakan, mereka minta programnya tidak usah diteruskan. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !