INILAH.COM, Jeddah - Menteri Agama Maftuh Basyuni memerintahkan Kepala Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) untuk memastikan semua pelayanan jamaah haji berjalan dengan maksimal, baik sebelum, pada saat dan setelah puncak Ibadah haji di Arafah dan Mina.
"Upaya-upaya khusus harus dilakukan PPIH mengingat krisis transportasi dan pemondokan haji tahun ini terjadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Menag pada Rapat Evaluasi di Kantor Teknis Urusan Haji (TUH) di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (3/12).
Rapat dihadiri Pengendali PPIH Kurdi Mustofa, Dubes RI untuk Kerajaan Saudi Arabia dan Oman Salim Segaff Al-Jufrie, Sekjen Depag Bahrul Hayat, Dirjen Urusan Haji Slamet Riyanto dan tim PPIH lengkap.
Khusus untuk Arofah, Menag menginstruksikan tambahan fasilitas makan tiga kali saat di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Khusus jamaah yang memperoleh pondokan jauh saat di Mekkah, Menag meminta agar ditempatkan lebih dekat saat di Madinah.
Menag menegaskan agar evaluasi teknis dilakukan secara harian dan meminta PPIH untuk proaktif mendatangi pemondokan-pemondokan jamaah untuk inventarisasi keluhan-keluhan jamaah dan segera memastikan solusi dilakukan, agar pelayanan bisa dirasakan langsung oleh jamaah haji.
Seperti dilaporkan sebelumnya, ditemukan berbagai masalah transportasi haji sebagai akibat dari jauhnya pemondokan haji tahun ini yang dikeluhkan jamaah haji.
Terhadap masalah tersebut, PPIH telah mengerahkan lebih dari 600 bus yang melekat pada kloter dan dlakukan sweeping secara reguler di berbagai lokasi-lokasi strategis baik di sekitar Masjidil Haram maupun di Pemondokan haji.[*/dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !