INILAH.COM, Jakarta - Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie enggan menanggapi serius kabar jika dirinya sedang dilirik untuk menjadi capres oleh salah satu parpol. Alasannya, hal tersebut hanya sekedar rumor belaka.
"Masalah capres, jangan dianggap serius, kan baru wacana. Nggak usah terlalu ge-er (gede rasa). Jangan terlalu serius dulu," kata Jimly di sela sela diskusi "Menelaah kembali fungsi-fungsi lembaga negara (Lembaga Negara yang Keserimpet)", di Gedung DPP PPP, Jakarta, Rabu (3/12).
Yang terpenting, lanjut Jimly, dirinya bersedia hadir jika diundang oleh suatu parpol. Parpol memerlukan masukan-masukan tentang apa yang sebaiknya dikerjakan dan diperjuangkan di forum parlemen untuk menghadapi persoalan-persoalan bangsa yang kompleks.
"Ini memerlukan upaya terkonsolidasi. Disamping pembangunan ekonomi, budaya, dan pendidikan, diperlukan konsolidasi demokrasi dan penataan negara. Ini mutlak sekali," cetusnya.
Ketika ditanyai PAN, PKS, dan PPP sudah mulai berkomunikasi dengan Jimly? "Saya alhamdulillah selama lima tahun menjadi Ketua MK, bagaimana harus netral dalam netralitas yang kami praktekkan. Kita harus berhubungan dengan semua partai, tidak masalah dengan partai manapun," tandasnya.[bar/dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !