Jumat, 25 Mei 2012 | 18:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Uji Nyali Capres Independen
Headline
Sholahudin Wahid - inilah.com/ Raya Abdullah
Oleh: Edi Junaedi & Anton Aliabbas
web - Kamis, 4 Desember 2008 | 17:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kehebohan kondisi perpolitikan menjelang pelaksanaan Pilpres terus meningkat. Kini giliran tokoh yang bernafsu menjadi capres diuji 'nyalinya'. Ragam gaya mendongkrak pamor sekaligus menakar peluang?

Adalah Dewan Integritas Bangsa (DIB) yang menggelar ajang uji nyali itu. Wadah ini merupakan kumpulan 6 organisasi kepemudaan seperti Ikatan Pemuda NU (IPNU), Pemuda Muhammadiyah dan Pemuda Katolik. Komandonya dipegang mantan cawapres Sholahuddin Wahid.

Pengujian itu sendiri akan dilakukan dalam bentuk konvensi di 10 kota yang digelar pada bulan Januari hingga Maret 2009. Masing-masing adalah Yogyakarta (10 Januari), Padang (13 Januari), Surabaya (17 Januari), Denpasar (24 Januari), Medan (31 Januari), Banjarmasin (7 Februari), Makassar ( 14 Februari), Ambon (21 Februari), Jayapura (28 Februari), dan Jakarta (7 Maret).


"Jadwal masih bisa berubah, tergantung situasi. Konvensi ini didukung empat partai yakni Partai Buruh, PNBK, PKNU, dan PNUI. Kita coba menyerahkan kepada masyarakat bagaimana pendapat mereka," kata Gus Sholah di Jakarta.

Menurutnya, perhelatan ini merupakan wahana untuk mencari figur alternatif calon pemimpin bangsa dalam pilpres mendatang. "Kita coba mencari capres yang prosesnya betul-betul menjadi harapan masyarakat. Yang nggak lu lagi, lu lagi," cetusnya.

Dalam silaturahmi DIB dengan kandidat capres di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta, Kamis (4/12), setidaknya dihadiri 6 tokoh yang namanya sudah beredar. Mereka adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X, Yuddy Chrisnandi, Fadel Muhammad, Taufiqurrahman Ruki, Rizal Ramli, dan Marwah Daud Ibrahim.

"Sebetulnya banyak capres yang diundang tapi beberapa tidak datang seperti Pak Wiranto, Fadjroel Rahman, dan Amien Rais," ujarnya.

Harapan Gus Sholah beserta DIB-nya memang berat. Apalagi, syarat pengajuan capres dan cawapres bila merujuk pada UU Pilpres yang bisa memusingkan kepala para capres independen. Sebab, mau tidak mau, mereka yang akan maju harus mengantongi dukungan parpol yang meraih suara cukup banyak di pemilu.

Cara Gus Sholah 'menjual' para capres memang terasa wajib dilakukan. Sebab, sejauh ini belum ada tokoh yang bisa melewati kepopuleran SBY dan Megawati dalam hitungan statistik survei. Artinya, meningkatkan angka elektabilitas yang kemudian ditakar melalui survei menjadi langkah lanjutan yang ditempuh.

Hingga kini baru nama Sultan Hamengku Buwono yang terus moncer dalam rilis-rilis survei. Itupun masih jauh dari harapan bisa mendekati ketenaran SBY maupun Megawati. Sementara, nama-nama lain masih jauh di bawah SBY dan Mega.

Perhelatan ini lagi-lagi memang tidak hanya sekadar uji nyali tetapi juga keseriusan si capres untuk maju. Tidak hanya bermodalkan konsep dan angan-angan semata tetapi juga dukungan tim dan pendanaan yang kuat.

Sejauh ini, keseriusan itulah yang memang dirasa masih agak kurang dari beberapa figur yang ngebet jadi capres. Tingginya syahwat politik tidak diimbangi dengan mencoba membangun realitas politik. Alhasil, niat itu hanya mampu menghiasi pemberitaan media semata. Sedangkan gerak politiknya berjalan lebih lambat.

Dan langkah DIB ini akan lebih efektif bila juga menggandeng parpol-parpol menengah yang masih belum mempunyai capres. Sehingga jalan yang kini dirintis setidaknya juga mencoba menutup peluang kesia-siaan. Nah, bila itu yang diinginkan, tentunya bukan lagi hanya upaya Gus Sholah dengan DIB-nya semata tetapi juga gerilya lobi ekstra para capres ke parpol-parpol itu.[L4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.