INILAH.COM, Makkah - Dugaan adanya anggota DPR yang menerima gratifikasi dari Depag disambut Ketua Komisi VIII Hasrul Azwar yang sedang di Tanah Suci. Dia minta ICW jangan asbun!
"Saya minta ICW tidak Asbun (Asal bunyi) dalam hal ini," pinta Hazwar di Mekkah, Kamis (4/12).
Menurut Hazrul, sudah tiga tahun dia menjadi Ketua Komisi VIII. Dan, Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni sempat menjulukinya sebagai komisi 'air mata' dan 'doa'.
Terkait dengan pernyataan ICW tersebut, lantas Hazwar mempertanyakan ada apa di balik pernyataan tersebut. Mengapa tiba-tiba dalam pelaksanaan ibadah haji ini mencuat pernyataan menyakitkan seperti itu.
"Ada apa ini?" Tanya dia.
Dalam berita yang beredar di tanah air, ICW menyebut, gratifikasi diterima anggota DPR dalam dua bentuk, yaitu insentif pembahasan BPIH tahun 2006 senilai Rp495,4 juta dan biaya perjalanan dinas sebesar 2.845 dolar AS.
Biaya perjalanan dinas itu diduga berasal dari dana BPIH Ditjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Departemen Agama. Selain melaporkan dugaan pemberian gratifikasi kepada anggota DPR, ICW melaporkan potensi korupsi dalam pelaksanaan ibadah haji.
Ia menjelaskan, monopoli Departemen Agama dalam pelaksanaan ibadah haji merupakan potensi terjadinya tindak pidana korupsi.
Terkait dengan pernyataana Ada tersebut, Hazrul minta agar temuan ICW jika sudah dapat dipastikan kebenarannya, segera sebut pelakunya. "Tunjuk hidungnya, agar jelas siapa pelakunya," katanya dengan nada tinggi.
Ketua Komisi VIII itu kembali menegaskan, anggota Komisi VIII tak pernah menerima dana sepeser pun dari Depag terkait pelaksanaan ibadah haji. Anggotanya, ketika melaksanakan ibadah haji pun dalam kaitan menjalankan fungsinya, tetap menggunakan anggaran dewan.
"Kita tak menerima apa pun. Kita punya anggaran tersendiri," Hazrul menegaskan.[*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !