INILAH.COM, Jakarta - Konvensi Dewan Integrasi Bangsa (DIB) digelar oleh pengasuh ponpes Tebuireng Jombang Salahudin Wahid. Konvensi bagi para capres itu dinilai sebagai konvensi moral untuk menyeleksi calon pemimpin terbaik bangsa.
"Konvensi DIB adalah konvensi moral. Itu bagus untuk melakukan seleksi kepemimpinan nasional," ujar Direktur Eksekutif IndoBarometer M Qodari kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (5/12).
Konvensi moral tersebut, dinilai Qodari sangat baik. Karena dilakukan oleh seorang tokoh non partai. Ditambah lagi, konvensi itu diminati oleh banyak kalangan.
"Coba bandingkan dengan konvensi yang dilakukan oleh PBR yang merupakan parpol tapi sepi peminat," ucap mantan peneliti CSIS ini.
Namun yang harus diperhatikan dalam konvensi tersebut, tambah Qodari adalah mekanisme seleksi. Jangan sampai mekanisme seleksi yang diterapkan, variabel utamanya hanya berdasarkan pada materi.
"Mudah-mudahan nama yang keluar dari konvensi menjadi salah satu calon yang berkualitas dan menjadi harapan baru masyarakat indonesia," harap Qodari.
Bagi penggagas Konvesi DIB Salahudin Wahid, konvensinya itu untuk mencari capres dengan proses yang betul-betul menjadi harapan masyarakat. Jadi tidak calon yang itu-itu saja.
Konvensi tersebut akan digelar di 10 kota dari bulan Januari hingga Maret 2009. Masing-masing adalah Yogyakarta (10 Januari), Padang (13 Januari), Surabaya (17 Januari), Denpasar (24 Januari), Medan (31 Januari), Banjarmasin (7 Februari), Makassar ( 14 Februari), Ambon (21 Februari), Jayapura (28 Februari), dan Jakarta (7 Maret).[jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !