INILAH.COM, Jakarta - Pemberian penghargaan PKS kepada kaum hawa, dinilai sebagai upaya PKS untuk keluar dari kepompong yang selama ini membatasinya. Dengan begitu PKS mencoba menjadi partai tengah yang tidak kiri atau kanan.
"Penghargaan itu (terhadap 8 perempuan) upaya PKS yang ingin keluar dari kepompong yang selama ini membatasi dirinya," ucap Direktur eksekutif IndoBarometer M Qodari, kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (5/12).
Dengan penghargaan itu, lanjut Qodari, PKS ingin menyampaikan kepada publik bahwa partainya tidak alergi perempuan. Sebab, stigma yang melekat selama ini parpol Islam menolak kepemimpinan Islam.
"PKS mau jadi partai tengah dari transisi partai kiri atau kanan. Atau ingin menjadi partai modernis," terang mantan peneliti CSIS ini.
Mengenai penghargaan ini sebagai upaya PKS menarik dukungan, Qodari tidak menampik itu. Namun, upaya itu berhasil atau tidak masih harus menunggu pada Pemilu 2009 mendatang.
Penganugerahan PKS untuk delapan perempuan Indonesia tersebut dimaksud untuk peringatan 80 tahun kebangkitan perempuan Indonesia pada 22 Desember mendatang.
Beberapa nama yang akan diberi penghargaan sebut saja Mira Lesmana, Neno Warisman, Bunda Ifet, Tuty Alawiyah, Nia Dinata, Dian Sastro, Ani Soetjipto, Dewi Motik, Maria Hartiningsih, Toeti Aditama, Rosiana Silalahi, Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut), Megawati Soekarnoputri, Khofifah Indarparawansa, Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Meuthia Hatta, dan sejumlah nama lainnya.[jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !