Sabtu, 26 Mei 2012 | 03:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ponsel Lokal Mulai Kelimpungan
Headline
inilah.com/Bayu Suta
Oleh: Budi Winoto
web - Jumat, 5 Desember 2008 | 15:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Akibat melambungnya dolar hingga di atas Rp 12 ribu menyebabkan harga ponsel lokal naik Rp 100-200 ribu di pasaran. Penjualan pun drop hingga 50%. Muncul keraguan apakah ponsel lokal mampu bertahan hingga tahun depan?
Manager Marketing StarTech Mobile, Tan Bunarta mengatakan akibat kenaikan dolar hingga 30%, harga ponsel mereknya di pasaran juga ikut terdongkrak sesuai kenaikan dolar. Untuk ponsel di atas Rp 1 juta kenaikan antara Rp 100-200 ribu. Sedangkan di bawah Rp 1 juta, naik Rp 50 ribu.
"Semua kelas penjualannya turun, mid end dan low end semua kena. Penjualan turun 50%, market memang sedang lesu, hanya bisa wait and see," katanya di Jakarta.
Abun mengatakan StarTech Mobile yang terkenal dengan ponsel TV dan dual sim card murah ini, juga mengurangi kegiatan pemasaran. Untuk kegiatan iklan dan pemasaran yang sudah berjalan, memang terus dijalankan.
Namun untuk yang masih direncanakan, kemungkinan besar ditunda. "Kalau kenaikan dolar sampai di atas 12 ribu memang sulit. Kalau masih di kisaran 10 ribu penjualan ponsel masih bisa jalan," katanya.
Ponsel lokal Hitech, juga mengurangi kegiatan pemasaran. Untuk melakukan marketing above dan below the line seperti menggelar pameran, praktis kurang memberikan hasil di saat sekarang.
Bahkan Hitech hanya menjual stok dari pembelian lama. Penambahan stok baru juga tidak dilakukan, karena penjualan ponsel beberapa bulan ke depan diperkirakan tetap melemah. Kenaikan permintan dari konsumen, kata Marketing Manager Hitech Kusuma Ruslan masih dapat dipenuhi dari stok lama.
"Dolar sekarang di atas 12 ribu, jika kami beli dengan harga segitu dan dolar kembali turun, tentu kami akan rugi besar. Sekarang yang bisa dilakukan hanya wait and see," katanya.
Produsen ponsel, kata Kusuma pada saat ini memang berada di titik yang paling sulit. Meskipun jika dolar telah stabil, namun jika kurs masih tinggi di atas 12 ribu masih belum membantu penjualan ponsel lokal.
Dengan kurs dolar yang tinggi, harga sulit bersaing dengan ponsel luar negeri. "Jika dolar naik 30%, praktis harga-harga ponsel naik sekitar 30% juga," timpal Kusuma.
Sementara langkah vendor ponsel besar luar negeri yang melakukan subsidi agar tidak mengalami kenaikan drastis, tidak bisa dilakukan ponsel lokal yang pasarnya belum kuat. Alhasil, ponsel lokal dijual dengan harga lebih mahal. "Kami pasarkan sesuai kenaikan dolar. Kalau sudah menjadi kebutuhan, ponsel tetap saja ada yang beli," kata Kusuma.
Kemungkinan pergeseran permintaan ke ponsel lebih murah tidak diantisipasi oleh Hitech Mobile dengan merilis produk murah. Hitech akan konsentrasi di pasar yang digarapnya yakni di segmen kelas menengah dan tidak berencana masuk ke segmen lebih murah.

Menurut Kusuma, di segmen low end persaingan lebih ketat. Bahkan ada ponsel yang dipasarkan dengan harga Rp 200 ribuan bekerjasama dengan operator. Ponsel seperti ini banyak menarik konsumen.
"Kami lebih berfikir jangka panjang, tidak mau asal jual ponsel murah habis itu sudah. Kami lebih memikirkan branding. Kami harus membangun after sales service yang lebih lebih baik," katanya.
Selama ini Hitech telah merilis 12 ponsel, sejak masuk pasar Indonesia setahun terakhir. Untuk tahun depan, Hitech Mobile belum bisa memprediksi akan menambah berapa ponsel barunya.
Sementara prediksi puncak krisis baru akan terjadi pertengahan tahun depan, ditanggapi Kusuma dengan kepasrahan. Menurutnya tidak ada yang bisa dilakukan, dan semua vendor akan mengalami hal yang serupa.
"Semua wait and see, vendor ponsel lain juga melakukan hal sama. Mereka pasti juga mengalami penurunan penjualan. Memang situasinya sekarang masih kurang mendukung. Tingkat harga berapa pun, nggak mungkin ponsel nggak laku. Yang bisa terjadi adalah penjualan agak sepi," katanya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.