inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Busana Malam di Show APPMI

Oleh:
Sabtu, 6 Desember 2008 | 07:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Masih dalam pergelaran Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), pada hari kedua penyelenggaraan menampilkan busana malam sejumlah desainer handal. Mereka adalah, Rudy Chandra, Defrico Audy, Deden Siswanto, Ali Charisma dan Alisa Listiawaty.

Tampil penuh gaya chic, Alisa mengambil tema Chic Chinois. Inspirasinya diambil dari Kalimantan yang mayoritas penduduknya Dayak, Melayu, dan Cina. Untuk itu dia memadukan antara budaya Melayu dan Cina.
Kain yang digunakan adalah tenunan dari Kalimantan Barat. Tenun yang diangap Alisa memiliki aneka ragam warna dan dapat menjadi tren 2009.
Kain tenun itu dipadukan dengan kain sifon, satin, tille, dan brokat. Untuk motif dan detail rancangannya, dibuat hand painting dengan budaya Cina.
Busana yang ditampilkan tampil cantik dan chic dengan paduan warna merah, biru, pink dan ungu serta ditambah aksesoris Swarovsky.
Sementara Deden Siswato tampil dengan tema Super Motion yang inspirasinya didapat dengan suasana dan atmosfir yang tercipta dalam sebuah pertunjukan seni tradisi sendratari wayang orang dan dipadu dengan masa kejayaan kerajaan Majapahit.
Ia menggunakan bahan kain organza, linen, jacquard printed. Sedangkan pemilihan warnanya abu-abu terang, hitam, keemasan dan silver.
Selanjutnya Rudy Chandra terinspirasi dari gaya 1970-an Pop Culture dan musik. Dimana padu padan yang menghasilkan potongan pola yang membalut tubuh tanpa terkesan ketat.

Hasilnya gaya itu menjadi suatu tampilan yang sedang dipandang dan sesuai tema Vintagelicious. Tema ini merupakan gambaran ekspresi dalam berbusana yang menarik, unik dari sebuah imajinasi yang memikat.
Pancaran keserasian muncul dengan gaya berbusana yang tercermin melalui perpaduan warna unik dan print motif digabung menjadi satu kemudian dituangkan lewat desain unik yang mengambil line 1970-an.

Perpaduan siluet yang modern dan basic menjadi acuan untuk menampilkan tampilan yang lebih ini tanpa meninggalkan kesan elegan. Gaya ini juga mengambil inspirasi Thing Long dan Think Lean untuk mengeksplor tampilan yang universal luxurious, yang biasa diterima masyarakat secara internasional. Permainan warna dan bentuk dari panel, draperi, bertumpuk dengan potongan yang longgar, serut dan asimetris, bias cut.
Rudy juga apik dalam memainkan flowing dan tegas serta paduan detail tali dan ikat pinggang yang dibentuk sedemikian rupa sehingga bisa menampilkan kesan eksentrik untuk aplikasi dalam rangka busana tersebut. Diperkaya dengan heritage aksesoris dan bola-bola payet untuk menghadirkan keunikan boho style era 1970-an yang modern dan lebih bergaya urban.
Sementara Defrico Audy, mengambil tema Equestrian yang inspirasinya ia peroleh dari arena pacuan kudan dan para sosialita yang berdandan glamor serta elegan.
Ditampilkan pula dua joki kuda yang memiliki jiwa agresif, androgini, tegas, stylish, glamor serta memiliki sifat untuk menjadi pemenang. Dari sini muncul busana yang tegas dan penuh agresif dengan potongan jas tailoring.
Sedangkan sifat androgini ia tuangkan dalam bentuk pensil pants, cigarette pants, dan jodphur pant untuk mencerminkan seorang joki yang stylish dan glamor. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.