INILAH.COM, Tuban - Pasokan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium yang datang ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sejumlah tempat di Tuban, Jawa Timur, langsung habis dibeli para pembeli dalam waktu paling lama 5 jam.
Berdasarkan pemantauan di sana, di SPBU Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel, Sabtu, melaporkan pasokan premium yang diterima kemarin sebanyak 16 ton liter habis dalam waktu lima jam.
Sebagian besar pembelinya adalah pedagang eceran yang jumlahnya mencapai ratusan. "Kemarin siang (Jumat) sekitar jam satu kiriman premium datang sebanyak 16 ton liter. Sebelum maghrib, stok di SPBU kami habis. Begitu juga, sehari sebelumnya juga habis dalam hitungan waktu empat jam," kata Sunoko, seorang petugas SPBU di jalur utama Tuban - Bojonegoro via Plumpang, Rengel dan Soko ini, Sabtu (6/12).
Dikatakannya, cepat habisnya stok BBM jenis premium tak hanya terjadi di tempat kerjanya, tapi juga di SPBU lainnya yang ada di wilayah Tuban.
"Jumlah pasokan sebanyak 16 ton liter, sebenarnya masih kurang mencukupi karena terjadi aksi borong oleh pedagang pengecer. Namun pada saat terjadi antrean seperti hari-hari belakangan ini. Kami tetap mengutamakan pembeli yang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat," ujar Sunoko.
Sejumlah pengendara yang kecewa akibat tidak pernah memperoleh bensin begitu datang ke SPBU yang tak jauh dari area pengeboran minyak sumur Mudi PetroChina ini, menyatakan terpaksa membeli di kios eceran yang harganya Rp 6.500 per botol.
Meski di sejumlah SPBU jelas-jelas tidak lagi tersedia stok bensin, para pembeli yang menggunakan jerigen terlihat antri di lokasi maupun di daerah sekitarnya. Salah seorang di antaranya, Warjo, pedagang pengecer yang datang setelah subuh mengaku takut tak kebagian bensin.
"Tadi malam ada informasi, pasokan premium di SPBU Desa Pekuwon siang ini akan tiba. Oleh sebab itu kami datang lebih awal," kata Warjo, yang berdagang di jalan Raya Lohgawe, Rengel. [*/cms]