INILAH.COM, Jakarta Perlambatan ekonomi ternyata membawa dampak tersendiri bagi perayaan Idul Adha tahun ini. Pasokan sapi, kambing dan kerbau yang dibawa pedagang di Jakarta jumlahnya berkurang terdorong harga ternak yang melonjak tinggi. .
Hal ini dikatakan Ratno, salah seorang pedagang hewan kurban asal Blora Jawa Tengah. Menurut pria yang datang ke Jakarta Rabu, 3 Desember 2008, untuk Idul Adha kali ini, ia membawa 71 ekor kambing. Padahal tahun lalu, Ratno membawa 100 ekor kambing.
"Harganya sekarang naik. kalau dulu dengan modal Rp 80 juta saya bisa bawa 100 ekor, sekarang hanya bisa bawa 71 ekor," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin .
Berdagang di Jalan Panglima Polim, berhadap-hadapan dengan pasar Blok A, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Ratno menjual kambingnya per ekor paling murah sebesar Rp 1 juta dan paling mahal Rp 2,5 hingga Rp 3 juta.
Tapi, Ratno memberi potongan harga jika membeli lebih dari satu ekor. "Kalau pembeli mengambil 2 ekor maka harga per ekornya bisa Rp 900 ribu hingga Rp 950 ribu," katanya.
Jika dibandingkan dengan harga normal, atau harga di luar musim Qurban, rata-rata selisih harga 300 ribu per ekor. "Sedangkan harga yang dibeli oleh tengkulak seperti saya dari peternak pun dibeli di atas harga normal," kata Ratno yang menolak mengungkapkan harga pembelian dari peternak.
Harga hewan qurban menurutnya, sangat tergantung pada besar kecilnya kambing yang dijual. Kalau kambingnya berukuran besar, maka harganya pun tinggi. Tapi kalau kambingnya kecil maka harganya pun rendah.
Penjualan itu sendiri, biasanya dilakukan sampai dua hari setelah Idul Adha. Ratno mengaku belum tahu berapa ekor yang akan tersisa. "Dari 71 ekor ini saya belum tahu akan laku berapa. Saya sih berharap laku semua," katanya.
Pasalnya, sampai hari Sabtu (6/12) kemarin, hanya satu-dua ekor yang laku terjual per hari dan belum terjadi pembelian dalam jumlah banyak. Tapi, kalau Minggu (7/12) ini, Ratno berharap banyak orang yang mau berkurban pada keesokan harinya sehingga terjadi pembelian kambing besar-besaran. "Idul Adha-nya kan hari Senin (8/12)," katanya.
Sementara pedagang lain yang berdagang di jalan Fatmawati, Jakarta selatan, Suyitno, mengatakan, harga jual hewan kurban, baik kambing maupun sapi, mengalami kenaikan.
Untuk kambing, kenaikan harga rata-rata Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Sedangkan harga sapi naik di atas Rp 300 ribu. Tahun ini seekor kambing dijual dengan harga antara Rp 750 hingga Rp 1,7 juta, sedangkan sapi dijual antara Rp 12 juta hingga Rp 15 juta per ekornya.
Kenaikan harga kambing dan sapi ini menambah kelesuan bisnis hewan kurban menjelang Idul Adha. Meski demikian, para pedagang hewan kurban mengaku optimistis hari ini menjadi puncak penjualan hewan kurban. "Pada saat satu hari menjelang Idul Adha, 8 Desember 2008, biasanya seluruh hewan kurban habis terjual," kata Suyitno.
Tahun lalu, dari 100 ekor kambing yang dibawa Ratno, yang berhasil terjual sekitar 60 ekor dengan harga stabil. Sedangkan 40 ekor sisanya harganya tidak stabil, dengan harga kambing terendah yang dijual tahun lalu adalah Rp 800 ribu.
Menurut Ratno, tahun lalu, kambingnya banyak yang kena musibah. Karena Idul Adha datang berbarengan dengan musim hujan, sehingga kambing yang dibawa Ratno menjadi sakit dan harganya pun turun. "Kambingnya kurang sehat dan pembelinya menjadi kurang berminat," ujarnya.
Tapi, untuk Idul Adha tahun depan, Ratno mengaku sudah ada pengusaha dari Jakarta yang memesan kambing. Jika tahun ini banyak yang membeli maka tahun depan, kata Ratno pembeliannya akan lebih banyak lagi karena pesanan.
Sedangkan penjualan saat ini tidak didasarkan pada pesanan. "Sampai hari ini, Sabtu (6/12) yang sudah terjual sebanyak 9 ekor," ujarnya. Hambatan penjualan saat ini menurutnya adalah sulitnya mencari rumput untuk makanan kambing. "Akibatnya, kambing menjadi terlalu kurus dan kelihatannya kurang segar," papar Ratno. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !