Senin, 28 Mei 2012 | 13:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
MUI: Banyak Kurban Salahi Aturan
Oleh: Abdullah Mubarok
web - Minggu, 7 Desember 2008 | 18:46 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar pemotongan hewan kurban Idul Adha dilakukan secara benar. Sebab, pihaknya masih banyak menemui adanya tata cara penyembelihan yang dilakukan tidak sesuai tuntunan syariat Islam.

"Kita banyak laporan kalau ada pemotongan hewan menyalahi aturan," kata Wakil Sekretaris MUI Asrorun Niam, kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (7/12).

Di antara aturan yang tidak sesuai itu, kata Niam, karena penyembelihnya tidak menggunakan pisau yang tajam. Namun, ia tidak dapat merinci, berapa jumlah terjadinya kasus penyembelihan kurban yang tidak sesuai syariat Islam itu.

Yang jelas, lanjutnya, penyembelihan tidak boleh mengunakan kuku, batu ataupun tulang. Ketika dipotong hewan kurban harus dihadapankan ke arah kiblat. "Orang yang melakukan potong wajib membaca basmalah dan takbir," tegasnya.

Selanjutnya, ujar Niam, urat-urat seperti saluran pernapasan, makan, dan dua nadi yang ada di leher harus terpotong secara sempurna. Dan yang terakhir, hewan kurban dibiarkan sampai mati dahulu. "Tidak boleh hewan yang masih hidup dilepas kulitnya," cetusnya.

Ketika ditanyai apakah ada yang menyalahi aturan dalam pembagian daging kurban, ia menjawab belum ada masalah. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.