INILAH.COM, Yogyakarta - Dinas Peternakan Kelautan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bantul, DIY, menemukan paru-paru kambing tidak sehat, hati sapi dan kambing yang bercacing, setelah disembelih untuk kurban di Dusun Nogosari, Trirenggo kabupaten itu.
"Dari 26 ekor kambing yang disembelih, paling tidak ada tiga ekor kambing yang paru-parunya rusak," kata staf Kesehatan Masyarakat Kedokteran Hewan Dinas PKP Sri Ida Sulistyorini saat memeriksa organ-organ hewan kurban, Senin (8/12).
Menurut dia, kambing dengan penyakit pneumonia paru-parunya rusak, dengan tanda-tanda bercak-bercak darah pada paru, Bercak ini disebabkan adanya bakteri pneumonia yang menghasilkan toksin dan sebaiknya tidak dikonsumsi.
Pneumonia merupakan penyakit umum yang selama ini sering dijumpai pada hewan kurban terutama kambing. Toksin yang dihasilkan bakteri ini tidak bagus untuk kesehatan manusia. Dikhawatirkan apabila proses pengolahan tidak sempurna, toksin belum terurai dan membahayakan kesehatan.
"Sebaiknya organ paru-paru yang rusak disendirikan dan dibuang saja. Tidak perlu dikonsumsi demi keamanan penerima daging kurban," katanya.
Ida mengatakan sejauh ini baru ditemukan tiga ekor, namun proses penyembelihan belum sepenuhnya selesai sehingga masih bisa bertambah jumlahnya.
Selain pneumonia, baik pada kambing maupun sapi, juga ditemukan adanya cacing hati. Hati yang bagian luarnya terdapat bercak-bercak berwarna putih perlu diwaspadai.
Kami sarankan agar sebaiknya segera disayat untuk mengetahui seberapa besar kerusakannya akibat cacing. Bila hanya sebagian kecil yang rusak karena cacing hati, bagian tersebut dapat dibuang dan sisanya dapat dikonsumsi.
"Namun bila kerusakannya melebihi 50 persen sebaiknya hati tersebut tidak dikonsumsi," kata Ida.[*/nng]