INILAH.COM, Jakarta - Selain menunding pemerintahan SBY-JK menjegal dirinya menjadi salah satu capres di 2009, Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur rupanya mensinyalir ada pihak asing yang ikut bermain. Bahkan, Gus Dur menuding kekuatan asing itu ikut mencampuri PKB.
Dalam acara 'Kongkow Bareng Gus Dur' di Pesantren Soka Tunggal Rawamangun, Jakarta, Senin (8/12) malam, mantan Ketua PBNU itu menyatakan dirinya dijegal oleh berbagai pihak. Alasannya karena dirinya dianggap radikal.
"Gara-gara Muhaimin Iskandar saya digeser jadi ketua dewan penasihat saja. Saya kan Ketua umum dewan syuro yang punya kebijakan di pelaksana harian PKB. sampai saat ini saya dibatasi agar jangan ikut-ikut (mengurusi) PKB," cetus Gus Dur.
"Ini tanda bahwa orang asing ikut main untuk menjegal saya. Dan saya kalau terpilih jadi presiden berani-berani aja (melawan kekuatan asing). Nggak apa-apa. Dulu lawan pak Harto saja saya berani," imbuh Gus Dur.
Pernyataan itu disampaikan Gus Dur ketika dirinya ditanya apakah berani melawan kekuatan asing yang 'mengontrol' Indonesia.
Menurut Gus Dur, ada 3 lembaga asing yang sangat mempengaruhi berbagai kebijakan pembangunan di Indonesia. Gus Dur menyebut IMF, Bank Dunia, dan WTO. "Tiga lembaga ini yang menentukan harga-harga bisa mahal dan murah," ujarnya.
Lebih jauh, Gus Dur menilai, sejak merdeka, kebijakan pembangunan yang dilakukan Indonesia sampai sekarang tidak berpihak pada kepentingan rakyat. "Bukan pembangunan kerakyatan. Sehingga masyarakat kita sekarang, makan nggak, nganggur iya. Makanya pembangunan harus punya orientasi pada rakyat," papar cucu KH Hasyim Asy'ari ini.[dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !