Senin, 28 Mei 2012 | 13:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Soekarno-Hatta II, Mungkinkah?
Headline
Megawati-Meutia Hatta - inilah.com
Oleh: R Ferdian Andi R
web - Selasa, 9 Desember 2008 | 08:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta Romantisme dwi tunggal Soekarno-Hatta kembali akan dibangkitkan. Polanya pun konvensional, menyandingkan Megawati Soekarnoputri-Meutia Hatta sebagai capres-cawapres 2009. Efektifkah? Elektabilitaskah? Prospektifkah?
Meutia, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), memberi sinyal dirinya bisa saja mendampingi Megawati dalam Pilpres 2009 mendatang. Kebetulan, hingga kini, Megawati belum menentukan siapa calon wapres yang akan mendampinginya.
"Tuhan mempunyai cara sendiri untuk menentukan pemimpin Indonesia. Kalau sudah digariskan jadi, pastilah akan jadi," kata Meutia, putri bungsu Bung Hatta, dilpomatis menanggapi wacana tersebut, akhir pekan lalu di Cirebon.
Kesedian Meutia untuk maju dalam Pilpres 2009 tidak terlepas dari kunjungannya di beberapa daerah yang meminta dirinya untuk maju dalam Pilpres 2009. "Banyak orang di daerah meminta saya untuk maju menjadi capres. Kepercayaan ini tentunya harus saya hormati, bagaimanapun saya harus siap," kata Meutia yang juga Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) tersebut.
Tampaknya tak berlebihan jika Meutia menjajal keberuntungan untuk maju dalam Pilpres 2009. Apalagi, wacana duet dengan Megawati menjadi pemecah kebekuan pasangan capres-cawapres yang didominasi kaum Adam. Meski, Meutia maupun Mega harus tetap berpijak pada elektabilitas (keterpilihan) keduanya jika bersanding dalam Pilpres 2009 mendatang.
Pasalnya, khusus untuk Meutia, secara elektabilitas maupun potensi keterpilihan partai politiknya (PKPI), masih jauh untuk masuk kategori partai papan menengah atau papan atas. Setidaknya, dalam survei lembaga-lembaga independen, nama Meutia maupun PKPI tak masuk kalkulasi politik lembaga survei.
Meski demikian, Meutia memiliki keyakinan berbeda. Kapasitas dirinya sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan tampaknya bakal dikapitalisasi sedemikan rupa. "Selama saya menjadi menteri, sedikitnya ada dua UU yang berpihak kepada kaum perempuan, yaitu UU Anti Traficking dan UU KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga) yang melindungi hak-hak kaum perempuan," katanya.
Memang, jika membandingkan antara jumlah pemilih perempuan dengan pemilih pria, jauh didominasi pemilih perempuan. Meski, hal itu tidak mesti simetris antara pemilih perempuan dengan pilihannya terhadap capres/cawapres bergender perempuan.
Pengalaman Pemilu 2004 lalu menjadi bukti atas hal tersebut. Keterpilihan SBY lebih didukung banyaknya pemilih perempuan daripada Mega yang notabene adalah satu-satunya capres berjenis kelamin perempuan. Pilpres 2004 SBY-JK meraih 60,62%, sedangkan Mega-Hasyim Muzadi hanya meraih 39,38%.
Terkait dengan wacana menyandingkan Mega-Meutia, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) DPP PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas menjawabnya secara diplomatis. Menurutnya, jika Mega-Meutia bersanding hanya ada perasaan saling membantu saja, tidak lebih. "Saya rasa, dengan disandingkannya Ibu Mega dengan Meutia ada perasaan saling membantu saja," katanya, Senin (8/12) di Jakarta.
Menurut dia, saat ini PDI Perjuangan telah mengantongi nama-nama yang bakal mendampingi Mega dalam Pilpres 2009. "Kan sudah dihitung dari sekarang, siapa yang akan mendamping Ibu Mega. Itu pun sudah mengerucut, paling banyak 10 atau tidak lebih dari lima nama," katanya.
Pernyataan Taufiq tampak menyiratkan ketertutupan peluang bagi Meutia untuk mendampingi Mega dalam Pilpres 2009 mendatang. Pasalnya, realitasnya PDIP telah mengantongi nama-nama bakal cawapres yang bakal mendampingi Mega dalam Pilpres mendatang. Kelima nama tersebut yaitu Sri Sultan HB X, Wiranto, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, dan Hidayat Nur Wahid.
Meski, betul kata Meutia, bahwa untuk menentukan pemimpin Indonesia, Tuhan memiliki cara lain. "Tuhan mempunyai cara sendiri untuk menentukan pemimpin Indonesia. Kalau sudah digariskan jadi, pastilah akan jadi," katanya bijak. Kita lihat saja. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.