INILAH.COM, Bremen Kekalahan Inter Milan 1-2 dari tuan rumah Werder Bremen di laga terakhir penyisihan Grup B Liga Champions sudah pasti membuat pelatih Jose Mourinho kecewa.
Pelatih asal Portugal ini menegaskan, kini timnya layak bertemu dengan salah satu tim terkuat di babak 16 besar. Menyusul hasil buruk tersebut, Mourinho merasa kekalahan ini seharusnya jangan dianggap serius, pasalnya timnya tidak bermain dalam formasi terbaiknya.
"Kekalahan ini bukan menunjukkan referensi poinnya. Kami tidak tampil dengan tim terbaik kami dan kami layak berharap bisa bertemu dengan tim-tim terkuat di babak 16 besar nantinya," ujar mantan pelatih Chelsea ini.
Menurut Mourinho, timnya sendiri yang menempatkan mereka dalam situasi seperti ini.
"Di Seri A, kami lebih berkonsentras dan kuat. Werder membuat kami kesulitan berhadapan dengan bola-bola mati dimana kondisi ini membuat tekanan pertandingan semakin menguat. Sebagai contoh, gol pertama, Maxwell terlambat mengantisipasi Claudio Pizzaro," imbuhnya.
Mourinho menambahkan, dirinya tidak kaget dengan kesalahan Maxwell dalam mengatasi mantan anak asuhnya Mourinho ketika masih di Chelsea.
"Di babak kedua, Maxwell tidak cukup berkonsentrasi malahan. Amantino Mancini dan Ricardo Quaresma tidak dalam permainan terbaiknya. Jika saja Quaresma bisa mencetak gol lebih awal dengan tendangan bebas cepatnya, mungkin hasilnya akan berbeda," terang Mourinho.
Pelatih kelahiran Setubal Portugal ini menurunkan formasi 4-3-3 namun Mourinho mengakui formasi 4-4-2 lebih bagus untuk timnya saat ini.
"Sekarang ini, kami lebih nyaman bermain dengan 4-4-2, karena hal itu membuat kami lebih kuat secara fisik, taktik dan psikologis," jelasnya.
Kekalahan ini menempatkan Inter berada di posisi kedua dibawah Panathinaikos. Inter bisa saja bertemu tim seperti Barcelona, Liverpool dan Manchester United di babak 16 besar Liga Champions.[S1]