INILAH.COM, New York Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan angka kematian tak disengaja pada anak meningkat. Lebih dari 950 ribu anak di bawah usia 18 tahun terbunuh setiap tahunnya.
Laporan yang juga didukung oleh Pusat Pengandalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) ini menyebutkan, penyebab utamanya adalah cedera atau kekerasan. Dari jumlah itu, sebanyak 830 ribu meninggal akibat cedera yang tak disengaja.
Penyebab tersebut, berdasarkan laporan yang dilansir oleh CNN News, Kamis (11/12) ini sebenarnya dapat dicegah. "Jumlah ini mencengangkan. Bahkan bagi kami yang biasa bekerja di lapangan," kata Dr Adnan Hyder, asisten dosen di Sekolah Kesehatan Johns Hopkins University sekaligus editor laporan tersebut.
WHO melaporkan, jumlah kematian akibat cedera pada anak mencapai 40% di negara dengan pemasukan besar. Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat di negara berpenghasilan menengah dan rendah, yakni 95%. "Sayangnya, beberapa kasus dipandang sebelah mata saja," lanjutnya.
Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab nomor satu kematian anak-anak ini. Setiap tahun, 260 ribu anak meninggal di jalan. Kemudian sebanyak 175 ribu anak meninggal setiap tahun karena tenggelam. Penyebab lain yang termasuk lima besar adalah terbakar, jatuh dan keracunan yang semuanya tak disengaja.
Angka rata-rata kematian tak disengaja paling tinggi terdapat di Afrika, 10 kali lebih tinggi ketimbang negara dengan pemasukan tinggi. Sehingga, WHO merekomendasikan setiap negara membentuk semacam pusat pencegahan dan pengendalian kebijakan terkait kesehatan anak.
Selain itu, sistem kesehatan juga perlu dikembangkan guna menyediakan pertolongan pertama pada anak-anak. [vin/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !