INILAH.COM, Jakarta - Syarat persentase pengajuan capres dengan 20% suara kursi parlemen atau 25% suara sah nasional dinilai sangat berat bagi parpol Islam. Sehingga Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berharap akan muncul poros tengah baru yang akan menyatukan seluruh partai politik Islam.
Di era reformasi ini, kata Din, ada ramifikasi (pencabangan) dan fragmentasi yang ditandai dengan banyaknya parpol-parpol Islam maupun yang berbasis massa Islam. Sehingga, ia berharap, parpol-parpol seperti PPP, PBB, PKS, PKNU, PNUI, PKB, dan PAN tidak terpecah-belah.
"Mereka mendasarkan diri kepada Islam jangan dijadikan sebagai sebuah politik sektarian dan jangan sampai keberagaman menjadi kelemahan," ujarnya, di Center for Dialogue and Corporation among Civilization, Jakarta, Kamis (11/12).
Din yang juga aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu sangat menghargai jika ada parpol Islam yang mau terbuka untuk berkoalisi. Sehingga terbentuk poros tengah jilid II.
Bersatunya parpol Islam akan menjadi sebuah kekuatan dalam menghadapi Pemilu 2009. "Lingkaran-lingkaran politik Islam setelah kuat baru bisa melakukan koalisi dengan parpol-parpol lain. Tapi kalau mau jalan masing-masing silakanlah," ujarnya.[bar/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !