INILAH.COM, Jakarta - Pemilihan pendamping Mega dikabarkan membelah PDIP menjadi 2 kubu. Yakni kubu pro Golkar dan kubu pro PKS.
Sejak awal PDIP memang gencar melakukan pendekatan dengan Golkar dan PKS untuk koalisi. Tentu saja keduanya akan ditempatkan sebagai cawapres Mega. Namun belum ada pernyataan tegas dari dua partai yang dilirik si Moncong Putih tersebut.
Ujung-ujungnya, malah terbersit rumor bahwa PDIP terpecah untuk Cawapres dari Golkar dan PKS. Dan sebelum berkepanjangan, langsung ditampik oleh Sekjen DPP PDIP Pramono Anung.
"Sekarang tidak zamannya lagi ada rumor seperti itu. karena rumor seperti yang akan melemahkan daya perjuangan.
Menurut Pram, PDIP saat ini sangat solid. Adanya kubu-kubuan hanya dianggap sebagai isu atau rumor dari luar saja. Sebab PDIP telah sepakat untuk memilih cawapres pendamping Ibu Mega tidak berdasarkan interest kelompok-kelompok yang ada atau orang per orang tapi melakukan survei.
"Saya pastikan sebagai sekjen tidak ada hal seperti itu," jamin Pram.[ana]