INILAH.COM, Jakarta - Sindiran disampaikan Presiden SBY kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X karena tak menghadiri raker gubernur yang digelar di Depdagri. Namun Sultan yang telah mendeklarasikan dirinya sebagai capres ini menangkis sindiran SBY.
"Gubernur kan juga punya pekerjaan lain. Surat undangan itu kan jam 19.30, tapi secara mendadak diganti menjadi jam 1 siang. Ya gubernur kan punya jadwal lain," ujar Sultan.
Hal ini disampaikan Sultan saat menghadiri acara peluncuran buku 'Mereka Bicara Mega' di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (12/12).
"Jadi, saya tidak menolak undangan itu. Saya kan juga mengirim wakil saya," cetus Sultan.
Sultan tak datang pada acara raker gubernur yang diselenggarakan di Depdagri pada Kamis 11 Desember. Padahal acara itu dibuka oleh SBY. Sultan hanya mengutus Wagub DIY Sri Pakualam IX. Selain Sultan, Gubernur NAD Irwandi Yusuf juga tidak datang. Irwandi mengutus Wagub NAD Muhammad Nazar.
Saat memberikan kata sambutan, SBY pun menyindir pemimpin yang tidak datang. "Yang justru dipertanyakan, ada acara, seorang pemimpin tidak datang kalau diundang Presiden untuk bahas yang penting," ucap SBY saat itu. Menurut SBY, perlu pembelajaran untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Sebab sistem perlu ditegakkan, termasuk di dalamnya etika pemerintahan dan etika politik.
Sultan mendeklarasikan dirinya sebagai capres pada Oktober 2008. Lalu pada 29 November, Sultan absen saat SBY silaturahmi dengan raja-raja Nusantara di Istana. Saat itu Sultan beralasan tidak menerima undangan. Absen dalam acara di Depdagri merupakan yang keduakalinya Sultan tak bertemu muka dengan SBY.[sss]