INILAH.COM, Medan - Calon presiden (Capres) dari Partai Indonesia Sejahtera Sutiyoso menjanjikan jaminan kehidupan yang pluralis di Indonesia apabila dia terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2009.
Saat menemui pemuka beragam etnis di antaranya Melayu, Batak, Jawa, Tionghoa, dan India di Medan, Sutiyoso menyatakan kesiapannya menjaga pluralisme yang tumbuh subur di Medan dan menularkannya ke daerah lain di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Insya Allah, dengan dukungan masyarakat Medan juga, saya bisa menjamin kehidupan pluralis di negeri ini," tegasnya di Medan, Jumat (12/12).
Mantan Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Bang Yos ini pun menyatakan, pemimpin Indonesia di masa mendatang harus bisa menjamin kontinuitas pluralisme di segala lapisan masyarakat dan menjamin bahwa Indonesia merupakan rumah segala etnis.
Kunjungan Sutiyoso kali ini memang dimaksudkan menemui berbagai etnis yang ada di kota Medan.
"Medan adalah kota yang patut untuk dicontoh kehidupan pluralismenya. Harmonisnya kehidupan etnis di kota ini menunjukkan bahwa tingkat demokratisasi yang egaliter di Medan terpelihara dengan baik oleh segenap masyarakat di sini yang menjunjung tinggi pluralisme. Saya menyatakan apresiasi yang tinggi untuk ini," paparnya.
Pada gilirannya, lanjut Sutiyoso, kehidupan demokratis yang egaliter akan melahirkan semangat kebersamaan bagi semua masyarakat dan sejarah telah membuktikan bahwa semangat kebersamaan tersebut yang mewujudkan dan menghidupkan NKRI.
Dalam pertemuannya dengan berbagai pemuka etnis di Medan, Sutiyoso menyerukan terus digalangnya semangat kebersamaan demi keutuhan NKRI.
"Semangat kebersamaan itu pada gilirannya akan menimbulkan patriotisme yang kuat antara kita untuk mempertahankan keutuhan bangsa dan mencegah benih disintegrasi, mau pun konflik horizontal yang biasa dipicu oleh isu SARA yang sangat sensitif," tegasnya.
Mengenai kunjungannya langsung ke daerah-daerah itu, Sutiyoso mengatakan, kunjungan tatap mukanya itu lebih memberi nilai positif dibandingkan dengan komunikasi satu arah yang diperoleh melalui iklan di berbagai media.
"Dengan menyapa langsung masyarakat, interaksi dua arah yang saya dapatkan. Artinya, masyarakat menyampaikan beragam persoalan yang dihadapi, dan saya mendengarnya langsung dari mereka," tandasnya.[*/dil]