INILAH.COM, Jakarta - Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku sebelum mendeklarasikan sebagai capres, dirinya mendapat wejangan khusus dari sang ayah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dalam wejangan itu Sultan berjanji kepada ayahnya bahwa jika menjadi pemimpin ia akan selalu membela rakyatnya.
Wejangan itu disampaikan kepada Sultan ketika ayahnya sedang sakit. Dalam wejangan itu Sultan disuruh memilih apakah ingin menjadi mukti atau mulyo.
"Akhirnya saya memilih mulyo (kaya tapi hanya untuk keluarga dan tidak untuk banyak orang)," ujar Sultan saat berbicara dalam 'Forum PPP Mendengar' di Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (12/12) malam.
Setelah itu, lanjut sultan, ayahnya meminta dirinya untuk berjanji. Yakni bahwa dirinya harus melindungi masyarakat walau orang yang dilindungi tidak menyukai. Lalu tidak boleh melanggar peraturan.
"Selanjutnya harus lebih berani mengatakan yang benar kalau itu benar dan kamu harus mengatakan itu salah kalau memang salah. Kamu harus lebih berani dari saya. Maka dari itu saya berani untuk mendeklarasikan diri menjadi capres," papar Sultan.
Mengenai visinya untuk menata bangsa Indonesia ke depan, Sultan diantaranya menjelaskan bahwa sampai saat ini kebijakan pemerintah masih berkonsentrasi pada strategi kontinental, padahal seharusnya yang pas adalah strategi maritim.
Dalam strategi maritim itu, menurut dia, konsekuensinya otonomi daerah menjadi kekuatan terdepan dalam menghadapi tantangan globalisasi.
Guna memperkuat strategi itu, Sri Sultan juga mengidamkan bahwa suatu saat nanti Indonesia mempunyai kapal-kapal induk.[jib/dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !