INILAH.COM, Pontianak - Meski terletak di daerah tropis yang selalu mendapat sinar matahari sepanjang tahun, namun satu dari empat orang di Indonesia dinyatakan terkena osteoporosis atau kerapuhan tulang.
"Itu hasil sebuah penelitian di Jakarta. Sinar matahari pada pagi hari dapat berfungsi untuk menyerap kalsium yang dibutuhkan tubuh ke tulang," kata Sekretaris Umum (Sekum) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Barat, dr Nursyam Ibrahim disela kampanye jalan sehat "10 ribu Langkah Anlene" di Taman Alun Kapuas, Pontianak, Minggu (14/12).
Ia mengatakan, pola hidup masyarakat masih belum mempedulikan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, termasuk mencegah osteoporosis.
Penyakit osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang progresif, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium dan fosfat, sehingga tulang menjadi keras dan padat. Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, maka tulang menjadi kurang padat dan lebih rapuh, sehingga terjadilah osteoporosis.
Nursyam menambahkan, saat seseorang memasuki rentang usia 30-40 tahun, proses pembentukan tulang mulai mengalami penurunan. Selain itu, hilangnya hormon estrogen setelah wanita mengalami menopause meningkatkan risiko terkena osteoporosis. "Mayoritas penderita osteoporosis adalah wanita," kata Nursyam Ibrahim yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya.
Gejala osteoporosis diantaranya keluhan nyeri di pinggang atau pergelangan tangan. Terkadang gejala osteoporosis baru muncul setelah usia 50 tahun sehingga tidak mudah dideteksi secara dini.
Menurut Nursyam Ibrahim, pada usia pertumbuhan, dibutuhkan 1.000-1.500 miligram kalsium setiap hari. Sedangkan untuk orang berusia tua dan wanita, kebutuhan kalsium berkisar seribu miligram.
Salah satu sumber kalsium yang mudah diperoleh di Kalbar dari ikan teri atau ikan yang dikeringkan. "Satu ons ikan teri saja, mengandung sekitar 1.500 sampai 2.000 miligram kalsium," kata dia.
Minum susu yang mengandung kalsium juga disarankan. Namun, lanjut dia, harus diimbangi dengan olahraga teratur serta didukung sinar matahari pagi. "Minimal olahraga satu minggu tiga kali selama setengah jam untuk meningkatkan penyerapan kalsium ke tulang," sarannya.
Penderita stroke yang harus dirawat berbulan-bulan di ruangan tanpa terkena sinar matahari, kakinya akan mengecil. "Itu salah satu contoh, betapa sinar matahari pagi, sebelum jam 10, penting untuk kesehatan tubuh," pungkasnya.[*/dil]