INILAH.COM, Jakarta Selama ini Nokia sudah sangat sukses dengan menggunakan sistem operasi berbasiskan Symbian. Namun pembuat handset terbesar di dunia ini sedang mempertimbangkan untuk menggunakan software open source Linux pada ponsel kelas atas.
Nokia tampaknya tidak tertarik menggunakan software Google Android pada ponselnya. Nokia mengambil langkah berbeda, dengan memproduksi ponsel dengan software open-source.
Nokia yang lebih mempertimbangkan si Pinguin Linux, diindikasikan oleh Vice Presiden Nokia Markets Unit Ukko Lappalainen. Pembesar Nokia ini mengatakan perusahaan itu mencari pilihan lain di luar Windows Mobile atau Google Android.
"Linux akan menjadi alternatif serius untuk ponsel high-end," kata Lappalainen.
Saat ditanya mengapa Nokia tidak ingin bergabung dengan produsen lain yang menggunakan Google Android, dia menegaskan tidak melihat ada yang lebih baik di Android dibandingkan Linux Maemo.
Transisi dari Symbian ke Linux Maemo juga lebih mudah bagi Nokia, karena sistem operasi ini sudah mendasari jajaran produk Internet Tablet Nokia. Yang harus dilakukan hanya menjadikan lebih kecil, seukuran smartphone.
Jika Nokia N97 mempesona kita dengan layar sentuh geser dan keyboard QWERTY, kira-kira produk seperti apa N98 yang menggunakan Linux-Maemo?.[ito]