INILAH.COM, Jakarta Legenda dari juru tulis kuno menyebut Ratu Mesir Cleopatra meminum koktail dari bahan mutiara yang dilarutkan. Koktail mutiara itu merupakan yang terbanyak dalam sejarah.
Para ahli sejak lama meneliti trik cerdik kimia Cleopatra itu yang mungkin benar dan berdasarkan percobaannya sendiri.
"Biasanya ada inti kebenaran dalam kisah-kisah itu," kata Prudence Jones dari Montclair (NJ) State University.
"Saya selalu lebih memilih untuk menilai sumber-sumber kuno bermanfaat dan tidak menganggap sebagai sesuatu yang terlalu mengada-ada dan hanya fiksi."
Dalam jurnal Dunia Klasik disebut Cleopatra memenangkan pendampingnya Marc Antony dengan meminum koktail mutiara dan menciptakan tagihan katering paling mahal 10 juta sesterces (sesterces adalah uang receh dunia kuno).
Mutiara merupakan perhiasan yang populer bagi orang kaya di era Romawi. BL Ullman dari University of North Carolina pada 1957 dalam beberapa percobaan menyarankan bahwa cuka memang bisa melarutkan kalsium karbonat yang dibuat oleh tiram.
Begitu juga Jones mulai mencoba beberapa eksperimen, awalnya dengan tablet suplemen kalsium dan potongan kulit tiram hingga mutiara.
Jadi apa Cleopatra benar-benar bisa melarutkan mutiara? "Percobaan menunjukkan bahwa reaksi antara mutiara dan cuka adalah sangat mungkin," temu penelitian itu.
Kalsium karbonat ditambah asam asetat cuka dalam air menghasilkan kalsium asetat dan karbon dioksida.
Biokimiawan Takeshi Furuhashi dari University of Vienna Austria mencoba eksperimen sendiri dengan cangkang tiram nacre dari Laut Merah untuk melihat apakah ia dapat mereproduksi yang dihasilkan oleh Jones.
Dia menemukan bahwa tanpa mendidihkan atau menghancurkan mutiara maka perlu waktu yang pnajang bagi asam untuk menghancurkan sebuah mutiara besar. Namun, pada kadar rendah asam asetat, ia melaporkan hanya perlu satu jam untuk membubarkan sebuah kerang mutiara jadi hancur.
Jadi, jika Cleopatra menghancurkan mutiara, cerita mungkin benar, kata Furuhashi. "Namun, jika ia menaruh anting-anting secara langsung ke dalam larutan, adalah mustahil untuk mendapatkan hasil yang sama."
Dia juga mungkin telah merendam mutiara itu dalam cuka satu atau dua hari untuk melunakkan, ia menambahkan. "Saya pikir penjelasan yang paling mungkin bagi perbedaan antara percobaan dan legenda itu adalah untuk membut efek dramatis," kata Jones,
"Atau Cleopatra minum koktail dengan mutiara yang sebagian telah hancur untuk memuaskan tamu-tamunya. [ito]