INILAH.COM, Jakarta - Organisasi Nasional Demokrat (Nasdem) benar-benar menjadi ancaman tersendiri bagi partai politik. Setelah Partai Golkar, kini giliran PKB melarang kadernya masuk ke ormas pimpinan Surya Paloh itu. Apa alasannya?
Menurut Sekretaris DPW PKB Jawa Timur Khoirudin Abbas, larangan kader PKB masuk ke Nasdem telah menjadi keputusan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Jakarta pada 21-23 Juli 2010.
Tujuan larangan itu agar kader PKB berkonsentrasi untuk konsolidasi politik dan agar kaderisasi tidak terpecah, cetusnya kepada wartawan INILAH.COM R Ferdian Andi R melalui saluran telepon di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/7).
Bagaimana dengan kader PKB yang masuk ke Nasdem bahkan menjadi salah satu deklarator seperti Khofifah Indar Parawansa dan A Malik Haramain? Berikut wawancara lengkapnya:
Bagaimana sikap PKB terhadap kadernya yang bergabung ke ormas Nasional Demokrat?
Salah satau putusan Musyawarah Kerja Nasional PKB 21-23 Juli lalu di Jakarta adalah tidak memperbolehkan secara organisatoris kader PKB bergabung ke Nasdem dengan beberapa argumen.
Ada dua alasan yakni internal dan eksternal. Untuk alasan internal, kita konsentrasikan untuk konsolidasi politik dan kaderisasi untuk membesarkan PKB. Tujuannya jelas, agar konsentrasi kita tidak terpecah.
Adapun secara eksternal, memang kita tidak berburuk sangka apakah Nasdem kelak menjadi parpol atau tidak, tapi larangan ini sebagai upaya antisipasi, jika pada nantinya Nasdem mengarah menjadi partai politik, kita tidak ikut-ikut.
Dua hal itulah yang mengemuka ketika diputuskan dalam Mukernas PKB di Jakarta pekan lalu. Makanya dari situ, PKB Jatim, menginstruksikan supaya kader kita agar membesarkan PKB dengan menjalankan programnya.
Apakah sedemikian mengangggu Nasdem bagi PKB?
Tidak mengganggu. Cuma ada banyak kader kita yang mempertanyakan apakah boleh atau tidak masuk Nasdem? Rupanya di daerah banyak yang menawari dan mengajak kader PKB untuk bergabung ke Nasdem. Kita berpikir, daripada konsentrasi terpecah ya kita larang sekalian, toh, ini juga aspirasi dari bawah juga.
Bukankah tokoh-tokoh PKB juga menjadi bagaian dari deklarator Nasdem seperti Khofifah Indar Parwansa dan A Malik Haramain yang juga anggota FPKB DPR?
Ibu Khofifah kan bukan pengurus PKB, Pak Malik juga demikian. Mereka berangkat ke sana bukan atas nama atas kader PKB, mungkin atas nama kader NU. Untuk yang kader PKB kita batasi.
Bukankah A Malik Haramain saat ini anggota Fraksi PKB DPR RI?
Nanti kita peringatkan Pak Malik. DPP PKB mesti segera memanggil Pak Malik.
Minggu (25/7) ini Nasdem baru deklarasi di Jawa Timur yang kita ketahui menjadi kantong suara PKB. Apakah larangan ini bagian dari kekhawatiran PKB karena suaranya akan pindah ke Nasdem jika kelak menjadi partai politik?
Kita tidak mengkhawatirkan karena kita sudah punya ideologi dan gerakan sendiri. Bagi kader dibatasi agar suapaya fokus konsolidasi. Yang pasti kami tidak khawatir dengan Nasdem. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !