INILAH.COM, Jakarta-Astronom menemukan bintang dengan temperatur mencapai 359.500 derajat Fahrenheit atau 200.000 derajat Celsius. Peneliti menyatakan belum pernah menemukan fenomena seperti itu.
Penemuan itu diungkapkan dalam journal Astronomy & Astrophysics oleh observasi Far-Ultraviolet Spectroscopic Explorer (FUSE) NASA.
Bintang berukuran menengah sekitar satu hingga delapan kali matahari itu, akan meredup setelah kehabisan bahan bakar nuklir. Selama transisi itu, dari bintang menjadi mengerdil bintang menjadi sangat panas.
Bintang diberinama KPD 0005+5106 itu temperaturnya terpanas dari yang diketahui. Bisa menangkap fenomena itu bukan suatu yang bisa sering dilakukan, karena panasnya tidak berlangsung lama.
Matahari kita hanya memiliki panas sekitar 10.000 derajat Fahrenheit. Ilmuwan sebelumnya mengeluarkan teori bahwa permukaan bintang bisa mencapai 215.000 derajat F (120.000 derajat Celsius).
Untuk waktu yang tidak lama, saat bintang lebih besar dari ledakan matahari, temperatur di dalamnya dapat mencapai 10 miliar derajat F.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !