inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,988.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Lia Eden Provokator!

Headline
Lia Eden - inilah.com/Subekti
Oleh: Dewi Adhitya S Koesno
Senin, 15 Desember 2008 | 13:23 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Permintaan Lia Eden agar agama di Indoensia, termasuk Islam dibubarkan dianggap bentuk provokasi. Selain itu, Lia Eden memfatwakan Islam bubar, tapi kok masih memakai istilah Islam.

"Bentuk provokasi maksud saya lebih pada umat Islam. Karena istilah-istilah yang disepakati misalnya Jibril, itu adalah istilah yang sering dipakai umat Islam," kata Wakil Ketua Komisi VIII Hilman Rosyad Shihab kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (15/12).

Anggota FPKS itu mengaku heran, Lia Eden memfatwakan Islam bubar, namun pengikutnya kebanyakan muslim. Dan pernyataan dia bahwa wahyu tidak terputus dan berkelanjutan sampai sekarang dinilai Hilman bentuk provokasi pada umat Islam.

"Harusnya kalau mau beda dengan umat Islam, harus beda juga (jangan pakai istilah Islam). Kita sulit juga, kalau orang tersinggung, cukup melakukan atau memancing hal yang tidak tepat," ujar dia.

Dia pun mendukung apa yang dilakukan Polda mengamankan Lia Eden dan pengikutnya. Sebab selebaran yang berisi fatwa Salamullah itu dianggap telah meresahkan masyarakat.

"Lia Eden itu menggunakan istilah yang digunakan Islam karena ketersinggungan kelompok atau seseorang sulit mengatakannya. Suasananya jadi tidak kondusif lagi," terang dia.

Pun terkait permintaan Lia Eden agar SBY turun, menurut Hilman, dia bisa mencoblos presiden yang diinginkannya pas Pemilu 2009 nanti. [ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.