INILAH.COM, Jakarta Puluhan anggota komunitas Eden yang kini berada di tahanan Polda Metro Jaya belum bersedia didampingi pengacara. Sebab, pemimpin Tahta Suci Kerajaan Tuhan Lia Aminuddin alias Lia Eden mengaku telah difirmankan Tuhan untuk itu.
"Karena Bu Lia Eden mendapatkan wahyu bahwa Tuhan belum memerlukan advokat. Karena itu, Bu Lia belum mau didampingi," jelas pengacara Lia, Saor Siagian, usai menjenguk Lia, di Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Senin (15/12).
Sementara Kelly, yang menjadi juru bicara komunitas Eden menyatakan, seluruh risalah yang disebarluaskan Wahana Kebangsaan itu dibuat oleh Lia Eden, dan sudah dicetak 1.000 kopi. Isinya wahyu-wahyu Tuhan mengenai penghapusan semua agama.
"Berdasarkan wahyu Tuhan, kita disaranka untuk menyebarkan ke semua lembaga negara, termasuk ke Presiden, Kapolri, bahkan partai-partai politik, " papar Kelly yang juga berasal dari Wahana kebangsaan. [nuz]