INILAH.COM, Jakarta - FPI membuat gebrakan dengan berencana membuat parpol untuk Pemilu 2014. Namanya Partai Pembela Islam (PPI). Namun prospek partai bentukan FPI itu nantinya dinilai bakal susah mendapat simpati.
"Tentu saja ada yang akan memilih partai FPI itu. Tapi saya tidak melihat akan menjadi partai yang besar. Dilihat dari tokoh yang ada di sana, sangat susah mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat," kata mantan Ketua DPR Akbar Tandjung.
Menurut Akbar yang ditemui di rumahnya di kawasan Perdatam, Jakarta, Senin (15/12) ini, masyarakat tidak suka dengan gerakan-gerakan yang keras. Akibatnya peluang partai FPI nantinya tidak akan terlalu besar.
"Bahwa ada masyarakat suka, menandakan masyarakat kita beradab, sebab Islam itu sangat beragam. Ada yang moderat seperti NU dan Muhammadiyah. Tetapi NU dan Muhammadiyah pun tidak bisa meraih 50 persen suara. Apalagi organisasi yang berbeda mainstream. Tapi tidak masalah, ini kan negara demokrasi," ucap Akbar.
Wacana pendirian parpol Islam baru di bawah kontrol FPI mencuat setelah Munas FPI pada 9-11 Desember 2008 di Bogor, Jawa Barat. Alasannya, selama ini tidak banyak parpol yang sejalan dengan semangat perjuangan FPI. Sehingga FPI membutuhkan parpol yang benar-benar merealisasikan syariat Islam di Indonesia.[dil/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !