INILAH.COM, Ambon - Perusahaan asal AS, PT Aliga bermitra dengan PT Mina Marut, Manado, akan melakukan investasi yang diperkirakan puluhan triliun rupiah di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) guna pengembangan 3 bidang industri di sana.
Presiden Direktur PT Mina Marut, Manado, Johanis Asomar, di Langgur, ibukota Kabupaten Malra, Selasa (16/12), mengemukakan, investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan industri ikan, proyek jastropha berbasis biodiesel dan industri singkong berbasis bioethanol diperkirakan berkisar Rp 29 - 40 triliun.
"Jadi perusahaan akan bermitra dengan Pemkab Malra dalam pengembangan bisnis strategis ini yang berdasarkan naskah penandatangan memorandum kesepakatan (MOU) dijadwalkan, malam ini berlaku untuk tahap pertama selama 30 tahun," katanya.
Sudah pasti, menurut Johanis, Pemkab Malra merupakan keterwakilan dari masyarakat di Dusun Semawi, Desa Wain, Kecamatan Kei Kecil Timur yang memiliki lahan seluas 200-an HA yang berdasarkan naskah MOU termasuk bagian pemegang saham.
"Perusahaan memiliki teknologi dan SDM profesional guna mengolah potensi SDA, sedangkan masyarakat memiliki lahan untuk kegiatan industri," tukasnya.
Khusus untuk proyek jastropha berbasis biodiesel, pengembangan ubi jalarnya di Kabupaten Kepulauan Aru karena lahannya strategis untuk usaha tersebut.
Penandatangan MOU dijadwalkan dilakukan Presiden Direktur PT Aliga, Erlinda Humbersov, Presiden Direktur PT Mitra Marut, Manado, Johanis Esomar dan Bupati Malra, Andre Rentanubun.
Pengembangan bisnis dari perusahaan yang nantinya berkantor pusat di Langggur ini telah dipresentasikan bagi Pemkab Malra.
Operasional kapal-kapal penangkapan ikan diprogramkan memanfaatkan bahan bakar biodiesel dan bioethanol sekiranya singkong dan ubi jalar telah berproduksi.[*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !