INILAH.COM, Jakarta - Selama tidak ada parpol, caleg, capres yang berkomitmen membubarkan Ahmadiyah, FPI memilih bersikap golput. FPI baru berubah pikiran jika ada memenuhi aspirasinya.
"Pemilu lalu golput, kemungkinan tahun ini ini juga golput. FPI melihat dulu. Sikap politik FPI, kita golput jika tidak ada parpol, caleg, capres yang berkomitmen membubarkan Ahmadiyah," kata Humas FPI Rudi Muhammad kepada INILAH.COM, Selasa (16/12).
Perjuangan FPI selama ini, jelas pria dari Departemen Penerangan DPP FPI ini, adalah membubarkan Ahmadiyah serta aliran-aliran sekularisme, pluralisme dan liberalisme.
Rudi sekaligus mengklarifikasi pemberitaan Ketua FPI Kabupaten Tangerang Habib Muhammad Toha Assegaf yang disebutkan mengimbau anggotanya agar menggunakan hak pilih atau tidak menjadi golput. "Pak Assegaf tidak menyatakan hal tersebut," ujar Rudi.
Mengenai wacana kemungkinan pendirian parpol di bawah kontrol FPI pada 2014, menurut Rudi, karena belum ada parpol Islam yang programnya benar-benar untuk penerapan syariat Islam.
"Parpol Islam yang sekarang ada kan masih malu-malu. Belum benar-benar komprehensif mendukung penerapan syariat Islam. Kalau ada ya kita dukung," kata Rudi. [sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !