inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Mahasiswa-Pamdal Bentrok di DPR

Headline
Ganjar Pranowo - pdi.co.id
Oleh: Djibril Muhammad
Rabu, 17 Desember 2008 | 13:52 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pembahasan RUU Badan Hukum Pendidikan di sidang paripurna DPR diwarnai keributan antara mahasiswa dengan petugas keamanan dalam DPR. Mahasiswa yang berada di balkon berteriak-teriak menolak pengesahan RUU tersebut.

Bentrokan bermula saat Fraksi PDIP membacakan pandangan umumnya dalam sidang yang digelar Rabu (17/12). Seorang mahasiswa UI bernama Randi Bagas Yuda berteriak menginterupsi. "Interupsi pimpinan sidang, interupsi!"

Namun teriakannya tidak dihiraukan. Karena kesal, Randi pun kembali berteriak "Pengkhianat, DPR pengkhianat,"

Teriakan ini membuat pamdal marah dan menilai Randi telah menggangu jalannya persidangan. Sekitar 30 pamdal kemudian bergerak ke arah balkon tempat sekitar 20 mahasiswa UI berada. Sempat terjadi ketegangan karena para mahasiswa menolak dikeluarkan dari ruang sidang.

Sekitar 15 menit terjadi dorong-dorongna. Karena terdesak, para mahasiswa mundur. Saat di tangga menuju ke bawah, dorong-dorongan kembali terjadi. Seorang pamdal yang emosi mendorong mahasiswa sehingga beberapa mahasiswa terjatuh.

Keributan berlangsung terus hingga di lobi ruang sidang paripurna. Dua mahasiswa mencoba menerobos petugas untuk masuk ke ruang sidang. Mereka ingin bertemu pimpinan sidang.

Salah seorang mahasiswa, Harumi Diah menyatakan, penolakan terhadap pengesahan RUU Badan Hukum Pendidikan karena dalam RUU tersebut, semua pemilik modal dibebaskan berinvestasi di dunia pendidikan.

"Jika itu diizinkan, maka pemodal asing akan dengan leluasa masuk sehingga membuat pendidikan semakin mahal," cetus Harumi.

Aksi para mahasiswa ini mendapat perhatian. Sekretaris FPDIP Ganjar Pranowo keluar ruang sidang untuk menemui para mahasiswa. Saat ini negosiasi masih terus berlangsung antara mahasiswa dengan Pamdal agar mereka kembali diizinkan masuk. [dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.