INILAH.COM, Jakarta - Meski proses hukum terus berjalan terhadap pemimpin "Kerajaan Tuhan" Lia Aminuddin alias Lia Eden, namun pemerintah dan para ulama juga memberikan perhatian dan bimbingan terhadap para pengikutnya.
"Pengikut Lia Eden harus menjadi perhatian khusus. Bimbinglah mereka untuk kembali ke jalan yang benar," kata cendekiawan muslim Prof Dr Azyumardi Azra di Jakarta, Rabu (17/12).
Menurut mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, ratusan pengikut Lia Eden perlu pencerahan meski pimpinannya sedang diproses secara hukum. "Dan ini merupakan tugas para ulama. Ulama dalam hal ini MUI, NU, dan Muhammadyah perlu mengajak dialog para pengikut Lia Eden. Karena saya kira masih banyak yang mau sadar," ujarnya.
Lanjut Azyumardi, Lia Eden terancam tuntutan hukuman lima tahun penjara, tetapi ini harus diperhatikan secara khusus karena ini merupakan tindakannya untuk kedua kalinya. "Bisa saja dengan dua kalinya Lia Eden berbuat serupa, hukuman bisa lebih. Tapi kita serahkan saja ke majelis hakim dan jaksa," imbuhnya.
Sementara itu, hingga kini kepolisian telah menetapkan dua orang tersangka yakni pemimpin ajaran tersebut, Lia Aminuddin alias Lia Eden alias Syamsuriati dan sekretarisnya bernama Wahyu Andito Putro Wibisono.
Wahyu ditetapkan sebagai tersangka setelah diketahui sebagai pengetik, pengedit dan penyebar brosur yang mereka sebut dengan risalah.
Amplop brosur yang disebarkan Wahyu terdiri dari berkas rangkap empat yang ditujukan kepada presiden, kapolri, pemerintah dan bangsa Indonesia. Sedangkan puluhan pengikut lainnya hanya berstatus sebagai saksi.[*/dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !