INILAH.COM, Jakarta - Akibat peredaran pelumas palsu di Indonesia, negara dirugikan lebih dari Rp 50 miliar, belum termasuk kerugian-kerugian yang lain termasuk hilangnya kesempatan kerja ratusan orang.
"Total kerugian dari sisi nilai ekonomis akibat pemalsuan, khusus untuk produk pelumas otomotif serta mesin telah mencapai lebih dari Rp 50 miliar," kata Sekretaris Jenderal Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), Justisiari P.Kusumah, di Jakarta, Rabu (17/12).
Studi yang dilakukan LPEM FEUI dan MIAP pada 2005 (berdasarkan data pada 2002) menunjukkan total kerugian secara ekonomis akibat pemalsuan pelumas otomotif dan mesin mencapai Rp 50 miliar. Angka itu belum termasuk kerugian lain di antaranya hilangnya kesempatan kerja bagi ratusan orang.
Konsultan Internasional dari Rouse & Co. International, Brett Mcguire, mengatakan bila sebanyak 40-50 persen pelumas dipalsukan, maka kerugian negara akan mencapai miliaran rupiah.
"Semua rugi termasuk dari sisi pajak hingga cukai karena hampir semua bahan pelumas merupakan produk impor," katanya.
Itu belum termasuk kerugian dalam hal kerusakan mesin-mesin kapal, pesawat, atau pun bus.Bahkan ada kasus penggunaan pelumas palsu pada pesawat terbang pada mesin penggerak sayapnya yang terjadi pada 2007.
Akibat pelumas palsu, pada suhu di bawah 50 derajat celcius sayap pesawat tidak dapat dikendalikan karena membeku. Hal ini tentu saja sangat membahayakan konsumen. "Kerugian pasti besar bahkan sulit ditaksir kalau dikaitkan dengan dampaknya," katanya.
Ia mengatakan, meski pemalsuan pelumas terjadi di hampir semua negara tetapi tingkat pemalsuan di Indonesia menduduki peringkat 2-3 di dunia setelah China.
Konsultan HAKI, Zain Adnan, mengatakan, dari hasil investigasi pelumas palsu yang beredar di Indonesia mencapai separuh dari seluruh yang beredar di Indonesia yaitu 600 juta hingga 700 juta liter per tahun. "Pabrik ditemukan di Tanjungpriok, Tangerang, dan Bekasi dengan skala produksi mencapai 200 drum per hari," katanya.
Oleh karena itu, konsumen diminta untuk proaktif dan berhati-hati ketika membeli oli. Cara terbaik bagi konsumen agar yakin produk pelumas yang dibeli asli adalah dengan membelinya di distributor yang memiliki otoritas resmi. Bahkan, katanya, bila masih belum yakin tidak usah ragu untuk mengontak produsen pelumas tersebut secara langsung. [cms]