inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Analis Bikin Untung atau Buntung

Headline
inilah.com/Bayu Suta
Oleh: Asteria
Kamis, 18 Desember 2008 | 05:58 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Para analis saham seringkali menjadi dewa keberuntungan bagi investor. Tapi tak jarang malah menjeruskan investor ke jurang kerugian. Karenanya, investor tetap harus waspadai dan mencermati setiap rekomendasi dari para analisnya.
Direktur Pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito mengingatkan agar para analis pasar modal memberikan informasi yang cermat dan tidak gegabah dalam memberikan acuan bagi investornya. Karena tak jarang analis bukan memberikan keuntungan tetapi malah menjeruskan investor.
"Sebaiknya analis agar lebih memperhatikan investor terkait ekspektasi harga suatu saham. Hal itu dirasa perlu agar investor tidak mudah terpancing dalam mengoleksi saham. Kami meminta agar analis tidak gegabah memberikan asumsi harga sebuah saham," papar Eddy Sugito, di Jakarta, kemarin.
Analis kerap memprediksikan harga saham akan bergerak hingga level Rp 12.000 per saham, meskipun harganya saat ini masih di Rp 7.000. Kemudian ketika harga jatuh, analis juga menyatakan harga bisa lebih rendah lagi. "Jadi jangan asal memberikan asumsi," tukasnya.
Eddy mengakui, krisis finansial global masih akan menghadang di 2009 akibat kasus kredit macet perumahan berisiko tinggi (subprime mortgage). Namun, bukan berarti investor tidak boleh mengoleksi saham berfundamental bagus.
"Justru saat harga-harga rendah merupakan momentum bagi investor untuk membeli saham-saham tersebut," katanya.
Sementara konsultan saham Bambang Widodo mengatakan, hal yang paling penting dalam berinvestasi bukan mengenai benar salahnya strategi investasi, namun berapa banyak uang yang diperoleh saat dan berapa besar uang yang hilang ketika salah dalam berinvestasi.
Hal ini diungkapkan mengingat banyak orang yang berinvestasi di saham terpaksa mengalami kerugian signifikan karena membuat beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan.
"Kesalahan-kesalahan tersebut timbul bukan karena ketidakcerdasan atau ketidaktahuan mereka untuk bersikap sebagai seorang investor profesional, tetapi karena mereka tidak disiplin dalam bertindak," ujarnya seperti terungkap adlam blog pribadinya.
Menurutnya, investor bisa saja menggunakan info atau rumor pasar sebagai salah satu sumber untuk membuat keputusan investasi. Namun, investor disarankan untuk tidak mempercayainya 100%, karena info tersebut sering kali tidak benar, bahkan menyesatkan.
"Investor sering mengalami kerugian karena mudah percaya terhadap info atau rumor pasar. Padahal, rumor tersebut sengaja dilempar oleh beberapa pihak untuk keuntungan mereka sendiri," tuturnya.
Untuk itu, Bambang menyarankan agar investor melakukan double checking atau reconfirmation terhadap sumber-sumber info yang bisa dipercaya, seperti investor relation atau corporate secretary emiten pemilik saham yang memiliki rumor tersebut.
Selain itu, bila ingin sukses dalam berinvestasi, Bambang pun menyarankan agar investor tidak malas membaca laporan hasil riset. Baik dari tim riset sekuritas yang dipilih atau riset dari analisis saham independen, baik dari surat kabar, majalah, maupun internet, atau bentuk laporan lainnya.
Namun, menganalisis perusahaan dengan aset triliunan rupiah dan jumlah bisnis yang beragam membutuhkan kecerdasan dan kemampuan yang sangat khusus. Sehingga dengan bantuan para analis saham, investor akan lebih mudah mencerna angka-angka laporan keuangan dan bisnis.
Di lain pihak, Chairman Indo Consult, Bambang Subianto mengatakan, dalam memilih saham yang perlu diperhatikan ada dua sisi. Yaitu, sisi harga saham atau perusahaan dan sisi nilai saham atau perusahaan. "Kedua-duanya tidak bisa dipisahkan dalam menentukan saham," tuturnya.
Karena itu katanya dalam membeli saham maka perlu integrasi antara sisi harga dan nilai saham. "Kalau kita melihat hanya harga saham, tapi tidak melihat fundamental nilai maka kita bisa terjerumus," tuturnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.