INILAH.COM, Jakarta Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR Effendi Choirie mengatakan, anggota FKB yang jarang menghadiri berbagai macam rapat di DPR selama 2008 tanpa alasan yang jelas, akan menerima sanksi moral. Yakni dengan cara diumumkan nama-namanya ke publik.
"Nanti saya akan minta daftar absensi dari sekretariat fraksi maupun sekretariat komisi. Kemudian akan kita rekap untuk mengetahui tingkat kehadiran anggota FKB di dalam berbagai rapat yang digelar," katanya, sebelum mengikuti sidang paripurna di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/12).
Menurut pria yang akrab disapa Gus Choy ini, pihaknya akan segera mengetahui siapa saja anggota FKB yang malas menghadiri berbagai rapat. Mulai rapat fraksi, komisi, panitia khusus (pansus), panitia kerja (panja), dan rapat paripurna selama tahun 2008.
Hasil dari rekap absensi tersebut, janji Choirie, akan diumumkan ke publik. "Biar masyarakat mengetahui dan memberikan sanksi moral kepada anggota-anggota yang jarang hadir dalam rapat-rapat di DPR," katanya.
Dengan jalan itu, tambah Choirie, masyarakat nantinya dapat memberikan penilaian terhadap para anggota FKB yang malas. Ancaman Choirie itu sendiri terkait dengan lambannya pembahasan beberapa masalah akibat seringnya rapat tidak memenuhi kuorum.
Bahkan, belakangan muncul wacana agar Panitia Hak Angket tentang Kenaikan Harga BBM) supaya dibubarkan, akibat malasnya para anggota DPR menghadiri rapat-rapat yang membahas soal itu.
"Itu baru satu contoh kasus saja. Saya juga mendapat kabar ada beberapa panitia kerja dan panitia khusus yang 'stagnan' atau jalan di tempat. Meski sudah dibentuk lama, tapi belum juga memutuskan apapun," ujarnya. [*/nuz]