Selasa, 29 Mei 2012 | 02:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Awas, Alien Mungkin Saja Ada
Headline
istimewa
Oleh: Budi Winoto
web - Jumat, 19 Desember 2008 | 08:59 WIB
INILAH.COM, New York Apakah kehidupan hanya ada di bumi? Itulah pertanyaan yang diterima Stephen Hawking pada peringatan 50 tahun NASA. Ilmuwan yang disegani ini menjawab pendek dan tegas, mungkin tidak! Artinya ada kehidupan lain di alam sana termasuk alien.
Hawking memberikan kemungkinan yang bisa terjadi mengenai alien. Pertama, tidak ada kehidupan di luar bumi. Kedua ada kehidupan di luar bumi yang semakin pintar dan akan cukup mampu mengirim sinyal ke angkasa, selain juga memiliki kemampuan di bidang nuklir.
Tetapi Hawking tidak melihat, laporan penculikan oleh alien sebagai sesuatu yang benar. Ia menilai penculikan itu hanya klaim yang dilakukan sebagian orang.

Jika penculikan itu memang pernah terjadi, Hawking mengingatkan manusia mesti berhati-hati. Karena alien mungkin saja tidak memiliki DNA seperti manusia.
"Manusia bisa terinfeksi dengan penyakit yang tak akan ditahan manusia," ingatnya.

Hawking juga mengingatkan, manusia mungkin juga telah dibutakan dengan kebiasan karbon dalam menilai keberadaan alien. Professor Matematika di Universitas Cambridge itu, dikenal tidak hanya memiliki pemikiran yang tajam, tapi juga selera humor cerdas. Ia mengatakan apa yang sedang dicari sekarang, mungkin tidak terletak pada versi "mimpi basah" manusia.
Mimpi basah pada satu spesies, kata Hawking bisa saja mimpi buruk bagi spesies lain. Dalam kasus ini, kehidupan alien yang ditemui manusia, mungkin tidak terbentuk dari karbon. Ada beberapa atom yang berpotensi sebagai pendukung kehidupan. Selama ini, karbon dianggap sebagai satu-satunya media yang menghasilkan kehidupan. Dan pandangan itu dianggap berlaku di seluruh jagad raya.
Padahal banyak elemen yang memiliki potensi sebagai sumber kehidupan. Bahkan elemen yang dianggap tidak mungkin, seperti arsenik, mungkin saja menyebabkan kemunculan kehidupan dalam kondisi yang mendukung. Bahkan di bumi, alga laut menggunakan arsen menjadi molekul organik kompleks semacam arsenosugar dan arsenobetaine.
Beberapa bentuk kehidupan lain menggunakan arsen untuk menghasilkan energi dan menfasilitasi pertumbuhan. Klorin dan sulfur juga bisa menjadi elemen penting pengganti karbon sebagai pembentuk kehidupan.
Beberapa bakteri yang ditemukan bisa bertahan di sulfur daripada di lingkungan penuh oksigen. Caranya dengan mengurangi sulfur, hingga menjadi hidrogen sulfida.
Nitrogen dan fospor juga berpotensi membentuk molekul biokimia. Fospor mirip dengan karbon yang bisa membentuk jaringan molekul panjang sendiri. Saat dihubungkan dengan nitrogen, dapat menghasilkan sejumlah molekul.
Lalu bagaimana dengan air? Bukankah penting untuk kehidupan? Tidak! Sebagai contoh, amonia memiliki properti yang sama dengan air. Tapi amonia atau campuran amonia dan air, memiliki kelebihan tetap mampu berbentuk cairan di temperatur lebih dingin.
Kondisi itu bisa menjadi tempat untuk munculnya kehidupan. Sebagai contoh, lokasi seperti itu terdapat di bulan terbesar planet Saturnus, yang disebut Titan. Metanol hidrogen fluoride, hidrogen sulfida, hidrogen klorida dan formamida secara teori juga bisa mendukung berkembangnya biokimia. Seluruh bahan ini bisa sebagai bahan pengganti air di luar angkasa. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
sp
Sabtu, 29 Januari 2011 | 14:29 WIB
alien? mungkinkan ciptaan tuhan juga kalo muncul ya boleh juga si tapi jangan terlalu axsis donk
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.