INILAH.COM, Jakarta - Dari 9 juta tabung gas elpiji 3 kg yang tak berlebel SNI. Baru satu juta tabung gas yang sudah ditarik pemerintah dari peredaran secara bertahap.
Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono usai rapat kabinet terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (29/7). Penarikan satu juta tabung gas elpiji 3 kg ini, tidak dilakukan secara serentak.
"Secara bertahap, ini sedang berjalan. Jadi bukan diambil sekaligus begitu. Secara alamiah saja," ujarnya.
Mantan Ketua DPR RI ini juga mengatakan tabung gas yang ditarik itu adalah tabung yang bermasalah seperti katupnya yang rusak akibat dipaksakan ketika mengoplos, yang seperti ini akan ditarik, bersamaan dengan tabung tidak berlogo SNI.
Mekanisme penarikannya sendiri, setiap minggu ibu-ibu rumah tangga akan ke pengisian tabung gas. Saat itulah waktu yang tepat untuk menarik tabung gas yang bermasalah dan tak berSNI. [win/ikl]