INILAH.COM, New York - Bursa AS futures Kamis (29/7) mengikuti data ekonomi Eropa yang berkembang lebih cepat dari perkiraan.
Namun, seperti dilaporkan AP, investor masih akan mengawasi laporan Departemen Tenaga Kerja mengenai data pengangguran mingguan. Laporan Ekonomi dalam beberapa bulan terakhir telah menunjukkan perlambatan pertumbuhan. Banyak analis setuju bahwa karyawan baru akan memicu pemulihan yang kuat.
Sinyal pertumbuhan tenaga kerja akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan meningkatkan penjualan ritel lebih tinggi, serta menjadi komponen kunci dari kegiatan ekonomi.
Federal Reserve mengatakan dalam laporannya Rabu bahwa pemulihan di beberapa negara bagian AS masih melemah. Klaim pengangguran awal pekan lalu turun 459 ribu dari 464 ribu, menurut ekonom yang disurvei oleh Thomson Reuters.
Laporan data pengangguran ini akan keluar pukul 8.30 pagi EDT. Sebelum Wall Street dibuka, indeks Dow Jones Industrial futures naik 44 poin atau 0,4 persen menjadi 10.492, indeks Standard & Poor 500 futures naik 5,60 poin atau 0,5 persen menjadi 1.107,70, sementara indeks futures Nasdaq 100 naik 6,75 poin atau 0,4 persen ke 1.876,50. Laporan laba yang kuat membantu saham asing.
Indeks Eropa semua melompat menyusul pendapatan yang kuat dari perusahaan farmasi AstraZeneca PLC, perusahaan obat Bayer AG dan perusahaan tekomunikasi PLC BT dan France Telecom SA. Moody's Investor Service juga mengatakan peringkat pada bank-bank di Eropa tidak akan terpengaruh oleh regulator untuk mengikuti tes di benua itu untuk menentukan apakah bank akan bertahan dari perlambatan ekonomi yang berlanjut.
Euro naik menjadi $ 1,3077 ke level tertinggi sejak awal Mei. Indeks FTSE 100 naik 0,8 persen, indeks DAX Jerman naik 0,6 persen, dan Perancis CAC-40 naik 0,5 persen. Jepang, rata-rata saham Nikkei turun 0,6 persen.
Harga bond jatuh sedikit. Hasil pada catatan benchmark Treasury 10 tahun, naik menjadi 3persen dari 2,99 persen pada hari Rabu malam. [cms]