inovasi portal berita
Selasa, 7 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,998.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pilkada Langsung Mengarah Kepada Politik Dinasti

Headline
Syahganda Nainggolan - IST
Oleh:
Kamis, 29 Juli 2010 | 19:31 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan, menilai arah perpolitikan di tanah air terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada), telah diwarnai praktik berdasarkan dinasti keluarga.

Fenomena itu dinilainya sebagai wujud feodalisme baru yang jauh dari bobot sosial-politik, sekaligus mengabaikan arti kemajuan demokrasi yang mensyaratkan tampilnya figur-figur berkualitas dan pantas.

"Yang terjadi dewasa ini justru parade anggota keluarga dalam pencalonan Pilkada, baik istri, anak, menantu, atau di sekitar kerabat dekat, sehingga sulit untuk mengukur kemampuan politiknya," jelas Syahganda Nainggolan dalam keterangan tertulis kepada INILAH.COM Kamis (29/7).

Kapasitas mereka yang berangkat dengan bekal politik dinasti itu, kata Syahganda, umumnya tidak memenuhi harapan masyarakat kecuali dikenal akibat membonceng popularitas suami, bapak, atau karena didongkrak namanya oleh partai pendukung.

"Sementara perannya sendiri untuk publik juga terbatas," tegas Syahganda, yang tak menolak bila calon dari trah dinasti memiliki kapasitas politik mumpuni.

Ditambahkan, sejumlah calon pemimpin yang mewakili dinasti kemudian menjadi pejabat publik sebagai walikota atau bupati, sebelumnya juga tidak berpengalaman dalam bidang kepemimpinan apa pun serta minim prestasi.

Mereka pun dipandang menang dalam pertarungan Pilkada bukan dengan kiprah pribadi, melainkan bantuan berbagai pihak yang menyokongnya.

Diakui, memang terdapat kemungkinan calon pemimpin asal lingkungan dinasti berkemampuan memadai. Namun demikian, ia berpendapat sejauh ini perekrutan ataupun penokohannya tidak berdasar kredibilitas maupun kapabelitas.

Hal itu merupakan alasan mengapa banyak kalangan mencemaskan berkembangnya politik dinasti dalam menampilkan diri sebagai calon pemimpin dan menjadi pemimpin daerah.

"Jadi, sulit untuk mencari yang terbaik dari para pewaris dinasti atau lingkungan keluarga," tegas Syahganda. [mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.