inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Dilarang Ngegame, Anak Tembak Ayah

Oleh: Budi Winoto
Jumat, 19 Desember 2008 | 10:40 WIB
INILAH.COM, Ohio Seorang ABG meminta orang tuanya untuk menutup mata, karena akan memberikan kejutan. Bukannya hadiah, tapi anak ini menghadiahi tembakan ke kedua orang tuanya. Penyebabnya sepele, karena dilarang bermain game.

Mark Petric memberikan keterangan, atas pengadilan terhadap anaknya. Daniel Petric dituduh telah membunuh ibunya, dan menembak ayahnya pada 2007 saat berusia 16 tahun.

Jaksa menuduh Daniel Petric menembak orang tuanya, karena sangat marah dilarang memainkan game video Halo 3. Setelah menembak orang tuanya, Daniel Petric membuat agar kejadian itu seperti tindakan bunuh diri.

Petric secara diam-diam keluar rumah untuk membeli game. Tapi orang tuanya mengetahui, dan menyita game itu.

Game ditaruh dalam kotak yang juga tempat menyimpan senjata 9 mm. Daniel Petric kemudian mengambil senjata dan game itu.

Mark Petric, yang merupakan menteri di negara bagian Wellington Ohio, bersaksi, anaknya masuk keruangannya dan mengajukan beberapa pertanyakan.

"Apakah kalian mau menutup mata? Aku punya kejutan." kata Daniel Petric seperti ditirukan bapaknya.

Mark Petric menduga akan mendapat hadiah. Tapi kepalanya tiba-tiba menjadi mati rasa akibat tembakan ke arah kepala. Istrinya, Susan, 43 tewas akibat luka di kepala.

Daniel Petric menunjukkan senjata di tangannya dan mengatakan, "Hei Ayah, ini senjatamu. Ambillah".

Mark Petric menceritakan dia selamat dari tembakan itu karena anak perempuan dan suaminya datang untuk menonton pertandingan baseball.

Tapi Daniel Petric mengatakan agar kedua pasangan itu tidak perlu mampir. Mark Petric mengatakan, dia berteriak meminta pertolongan.

Pengacara Daniel Petric mengatakan kliennya sedang mengalami stres berat akibat kecelakaan snowboarding yang menyebabkan infeksi syaraf. Dia telah menjalani perawatan selama setahun dan waktunya hanya untuk menonton TV dan main game.

Mark Petric telah membesuk anaknya di penjara tahun lalu. Dia mengatakan anaknya sudah minta maaf.

"Ayah aku minta maaf atas apa yang aku lakukan pada ibu, padamu dan ke keluarga yang lain. Aku sangat bahagia ayah selamat," kata Daniel Petric dalam kesaksiannya

Daniel Petric mengatakan anaknya akan sulit menghadapi kehidupan dengan perasaan bersalah."Dia menangis, dan aku juga," kata Mark Petric kepada pengadilan.

Jaksa James Burge masih membuka pintu jika Petric mengaku bersalah. Jika melakukan itu, mungkin akan terhindar dari hukuman maksimum dan terancam 23 tahun penjara.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.