INILAH.COM, Sydney Bank Sentral AS The Fed menyatakan pertumbuhan ekonomi melambat di sejumlah wilayah dan mempengaruhi laporan keuangan. Bursa Asia pun melemah pada akhir perdagangan Kamis (29/7).
Indeks komposit Morgan Stanley (MSCI) Asia Pasifik (APAC) turun 0,2% ke 119,65 di Tokyo, dengan rasio lima saham melemah untuk empat yang menguat. Indeks ini telah melemah 7,4% dari titik tertingginya tahun ini, pada 15 April lalu. Hal itu terimbas krisis kredit Eropa dan pengetatan likuiditas China.
Samsung Electronics Co. yang seperlima pemasukannya dari Amerika, merosot 1,2% di Seoul. Panasonic Corp. anjlok 7,7% di Tokyo karena spekukasi penjualan saham untuk membeli dua unit bisnis. Produsen handset asal Taiwan, HTC Corp. melonjak 6,9% setelah kenaikan rating saham oleh Citigroup Inc, Shipping lines terbesar Jepang berdasarkan penjualan, Nippon Yusen KK, naik 5% setelah menaikkan proyeksi labanya hingga dua kali lipat.
Prediksi ekonomi masih belum jelas. Kami tak tahu hingga kapan hal ini akan berlangsung, kata analis Mitsubishi UFJ Asset Management Co. Kiyoshi Ishigane, seperti dikutip Bloomberg, hari ini.
Indeks Nikkei di Jepang merosot 0,6% dan indeks Hang Seng di Hong Kong tak banyak berubah. Bursa Australia merosot 0,1%, Kospi di Seoul turun 0,2%. Sebaliknya indeks komposit Shanghai menguat 0,6% karena Bank Sentral China mengumumkan akan memperpanjang kebijakan moneternya.
Samsung Electronics turun 1,2% ke 827.000 won di Seoul. James Hardie Industries SE, penjual rumah terbesar di AS, turun 1,5% ke A$6,56 di Sydney. Produsen konsol game portable terbesar dunia, Nintendo Co, turun 1,5% ke 24.620 yen di Osaka, Jepang. Penurunan terbesar MSCI APAC dipimpin oleh Nomura Research Institute Ltd, 12% ke 1.723 yen karena pemasukan kuartal pertama 2010 turun 33%.
The Fed menyatakan aktivitas perekonomian terus naik dengan imbang, sejak survei terakhir. Namun, 12 cabang bank sentral AS ini meleporkan perekonomian stagnan dan dua cabang lainnya mengumumkan ekspansi perekonomian melambat.
Produsen peralatan rumah tangga terbesar, Panasonic, turun 7,7% ke 1.077 yen di Tokyo dan menjadi penurunan terbesar kedua di indeks MSCI APAC hari ini. Setelah perdagangan ditutup, perusahaan ini menawarkan untuk membeli kepemilikan saham 100% mereka di unit Sanyo Electric Co dan Panasonic Electric Works Co.
Panasonic Electric Works melambung 15% ke 1.124 yen dan Sanyo Electric 26% ke 149 yen. Keduanya menjadi penggerak terbesar di MSCI APAC pada perdagangan hari ini. Data AS menyebabkan adanya ketidakpastian investor mengenai kondisi perekonomian terbesar dunia itu. Penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen turun pada Juli dibandingkan bulan sebelumnya.
Spekulasi pelemahan ekonomi global menjadi penyebab koreksi MSCI APAC hingga 9,6% sepanjang tahun ini. Price earning ratio (PER) berada pada 14,4 kali, hampir mendekati titik terendahnya pada Desember 2008 lalu. Sementara di Taipei, HTC menguat 6,9% ke NT$570 setelah analis Citigroup menaikkan estimasi harga sahamnya ke NT$663 dari NT$571,43.
Nippon Yusen naik 5% di Jepang ke 358 yen setelah menggandakan prediksi perekonomian 2010-nya karena kenaikan permintaan ekspedisi yang menggunakan kontainer. Shipping lines terbesar berdasarkan penjualannya, Kawasaki Kisen Kaisha Ltd., menguat 2,7% ke 378 yen. Perusahaan tersebut juga baru menaikkan proyeksi laba tahunannya.
Di Shanghai, produsen semen terbesar Anhui Conch Cement Co., naik 3,3% ke 20,22 yuan dan Gansu Qilianshan Cement Group Co. naik 4,5% ke 16,12 yuan. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !