Sabtu, 26 Mei 2012 | 23:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Industri Porno Ngebet Terjun ke iPhone
Headline
IST
Oleh: Ellyzar Zachra PB
web - Jumat, 30 Juli 2010 | 10:43 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Maraknya produsen ponsel yang menawarkan aplikasi video conference, salah satunya Apple membangkitkan keinginan industri porno untuk segera mengadopsi layanan itu.

Menggunakan fitur video conference iPhone 4, perusahaan yang bergerak di industri porno segera mengembangkan layanan chatting video-seks. Dengan 3 juta ponsel iPhone yang telah terjual, tampaknya industri dewasa ini ingin segera mendapatkan uang banyak.

Setidaknya lima pengiklan internet sedang mencari model spesifik bagi obrolan video-seks di fitur FaceTime pada ponsel. Salah satu iming-iming adalah pemberian iPhone 4 gratis.

FaceTime memungkinkan pengguna iPhone 4 memanfaatkan video conference melalui koneksi Wi-Fi dengan memanfaatkan kamera dan layar ponsel. Dalam salah satu iklan TV, sepasang suami istri tampak berbincang dengan gambar jernih.

Industri dewasa menginginkan konsumen mereka bertukar momen dengan obyek yang berbeda. Tentu saja, meskipun dengan teknologi yang berbeda, ide layanan ini bukan hal baru.

Pertama kali seseorang menciptakan kamera, muncul pertanyaan akankah ini berguna bagi seseorang untuk melepaskan pakaian mereka di depan kamera?, ujar Michael Gartenberg, wakil presiden di Interpret, perusahaan pengamat media.

Ponsel merupakan benda pribadi di mana Anda tidak akan meminjamkan benda ini ke orang lain atau membiarkan ponsel digunakan pihak lain, ujar Quentin Boyer dari perusahaan produksi materi dewasa, Pink Visual.

Boyer mengatakan bahwa perusahaan telah mulai merencanakan layanan video iPhone 4 secepat mungkin. Layanan tersebut akan hadir beberapa miggu ke depan.

Di lain pihak, Apple melakukan pembatasan konten seksual dan satir politik yang berpotensi untuk merugikan pihak lain. Meskipun beberapa aplikasi telah diizinkan setelah dilakukan revisi, Apple tetap menegaskan tidak akan ada konten porno.

Pengamat khawatir bahwa FaceTime dapat membuat anak-anak terkoneksi dengan konten pornografi atau pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Orangtua disarankan untuk menaruh komputer di area publik di rumah sehingga dapat mengontrol penggunaan internet. Namun, penggunaan ponsel cukup sulit karena bersifat mobile.

Sayangnya, baik anak-anak dan pelaku kriminal seksual seringkali tidak mampu disadari orang tua saat berkaitan dengan teknologi, ujar Donna Rice Hughes, presiden Enough is Enough, LSM anak.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.