inovasi portal berita
Sabtu, 4 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,995.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Beli Saham dengan Valuasi di Bawah PER IHSG

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
Jumat, 30 Juli 2010 | 11:41 WIB
TERKAIT
INILAH.COM, Jakarta Bursa domestik pada perdagangan sesi pertama akhir pekan ini terpantau terkoreksi, dipimpin saham ASII. Namun, ada peluang penguatan bagi saham yang valuasinya di bawah price earning ratio (PER) IHSG.

Pada perdagangan Jumat (30/7) sesi siang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 10,15 poin (0,33%) ke level 3.086,67. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 2,7000 poin (0,45%) ke level 594,14.

Pelemahan indeks siang ini mendapat dukungan dari besarnya volume transaksi yang tercatat mencapai 2,112 miliar lembar saham, senilai Rp1,124 triliun dan frekuensi 68.099 kali. Sebanyak 89 saham menguat, sedangkan 88 saham melemah dan 89 saham stagnan.

Sektor saham bergerak variatif sehingga tidak ada yang dominan memicu pelemahan indeks. Sektor aneka industri memimpin koreksi 1,36%, disusul keuangan 0,74%, manufaktur 0,58%, konsumsi 0,46% dan pertambangan 0,23%. Selebihnya mengalami penguatan. Perkebuann naik 0,90%, infrastruktur 0,21%, properti 0,19%, industri dasar 0,17%, dan perdagangan 0,15%.

Janson Nasrial, pengamat pasar modal dari AmCapital Indonesia memperkirakan, laju indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti akan melemah. Salah satunya karena ruang gerak penguatan indeks sudah terbatas, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (30/7).

Karena itu, pelaku pasar disarankan melakukan profit taking terlebih dahulu untuk beberapa saham yang sudah over value. Terutama, saham-saham bluechips seperti PT Unilever (UNVR) dan PT Astra Internasional (ASII). Profit taking juga terjadi di saham-saham sektor perbankan, paparnya.

Janson mengatakan, dilihat dari aspek valuasi saat ini, PER IHSG berada di level 15,2 kali. Meskipun merupakan harga wajar (rasonable value), level tersebut sudah hampir mencapai fully value. Sedangkan jika dibandingkan dengan PER IHSG 2008 sebesar 19 kali, valuasi indeks saat ini masih rendah. Ini berarti, level indeks saat ini belum mencapai overvalue,ujarnya.

Sementara untuk akhir tahun, IHSG masih akan memberikan ruang penguatan untuk mencapai PER di kisaran 16,5 kali. ALhasil, terbuka peluang IHSG akan mencapai level 3.300 pada akhir 2010.

Di tengah kondisi ini, Janson merekomendasikan positif saham-saham yang valuasinya masih jauh lebih rendah di bawah PER IHSG. Saham-saham pilihannya adalah PT Japfa Confeed Indonesia (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). Saya rekomendasikan beli kedua saham tersebut, tandas Janson. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.