INILAH.COM, Jakarta - Untuk kedua kalinya Lia Eden ditangkap dengan tuduhan penodaan agama. Kali ini pemicunya karena pemimpin komunitas Eden itu mengeluarkan fatwa penghapusan agama Islam dan agama lainnya. Jika fatwa Lia Eden membuat publik naik darah, lain halnya dengan Gus Dur.
"Ngapain kita selalu direpotkan dengan Lia Eden?" ketus Gus Dur. Hal tersebut disampaikan mantan Presiden ini dalam acara 'Kongkow bareng Gus Dur' di Kedai Tempo, Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (20/12).
Mengenai hukuman apa yang sebaiknya diberikan kepada Lia Eden agar tidak mengulangi lagi perbuatannya, menurut Gus Dur, tunggu hasil pengadilan. Sebab pada kasus pertama, Lia Eden sudah mendapat ganjaran 2 tahun penjara.
"Tapi sekarang masih diulangi. Terserahlah. Lagipula, melihat sesuatu yang mungkar itu, diam sajalah. Islam itu tidak perlu dibela. Kalau Lia Eden melanggar UU dan hukum, ya nggak usah marah-marah," tukas Gus Dur. [sss]