INILAH.COM, Kediri - Duel berdarah antara dua nenek-nenek asal Dusun/Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri ditengarai karena persoalan asul-asulan (upah lelah,red) dari membantu hajatan di rumah Muksin (54), tetangganya.
Keduanya, Suyati (50), nenek empat cucu dan Semi (45), nenek seorang cucu itu sama-sama membantu di rumah Muksin yang tengah menyelenggarakan pesta pernikahan anaknya pada Jumat (30/7/2010) malam. Berdasarkan informasi yang diperoleh beritajatim, mereka sempat terlibat perang mulut di rumah si empunya hajat itu.
"Mereka memang sempat cek cok mulut di rumah pak Muksin. Namun, kami belum dapat memastikan apa yang melatar belakangi pertikaian itu," kata Kapolsek Ringinrejo AKP Heru Tjahyono, Sabtu (31/7/2010) siang
Perang mulut antara korban dan pelaku itu dibenarkan oleh Suyati (pelaku, red). Cek cok itu, ungkap ibu yang telah melahirkan enam anak itu karena ia merasa disindir oleh korban.
"Yu, kok samar ora kebagian jatah. (kak, kok khawatir tidak mendapat jatah)," ungkap Suyati meniru ucapan korban ketika menyindir di rumah Muksin. Jatah yang dimaksud adalah 'asul-asulan'.
Imbuh Suyati, korban menyindirnya saat memeriksa 'asul-asulan' untuk para tetangga yang ikut membantu, termasuk korban sendiri. "Saya hanya memeriksa apakah asul-asulanya sudah beres, semua ember sudah terisi atau belum, sabunnya, berasnya atau jajannya," kata Suyati
Berawal dari sindiran itu, kemudian mereka saling ejek, dan saling olok. Perang mulut itu berakhir, setelah warga berusaha menyadarkan keduanya dan mengajak pulang.
Akan tetapi, korban korban justru merasa dendam, dan menyimpan sakit hatinya. Sampai akhirnya, korban diduga sengaja menyanggong pelaku. Kemudian, terjadilah pertikaian itu dan korban tewas. [beritajatim.com/bar]