inovasi portal berita
Rabu, 8 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,998.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pakaian Bekas Impor, Dibenci Tapi Dirindukan

Headline
IST
Oleh: M Dindien Ridhotulloh
Sabtu, 31 Juli 2010 | 19:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta Lebaran masih lebih dari sebulan lagi. Namun antisipasi terhadap masuknya pakaian impor ilegal sudah dilakukan Bea dan Cukai. Maklum menjelang lebaran menjadi musim maraknya pakaian bekas impor. Akankah pembeli berkocek tipis pada lebaran kali ini tak lagi menemukan pakaian bekas impor murah?
Biasanya menjelang lebaran memang marak pakaian selundupan masuk ke sejumlah pelabuhan di Tanah Air secara ilegal. Baju bekas ini biasanya didatangkan dari China, Korea, Taiwan, Singapura dan kebanyakan dari negara tetangga, Malaysia.
Tidaklah heran jika barang-barang bekas yang akrab disebut babebo alias barang bekas bos atau awul-awul karena dijual secara berantakan atau juga cakar alias cap karung karena diimpor dalam bentuk karungan itu, terdapat merek-merek dunia semisal, Calvin Klein, Polo dan Crocodile.
Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai Frans Rupang mengatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap masuknya pakaian selundupan yang memang biasa terjadi menjelang Lebaran. Bahkan pihak Bea dan Cukai akan meningkatkan kegiatan patroli laut di sejumlah wilayah.
Dari pemantauan kami, kebanyakan pakaian selundupan melewati Pantai Timur Pulau Sumatera. Karena itu kami akan terus melakukan pengawasan di pelabuhan-pelabuhan untuk mencegah penyelundupan, papar Frans, di Jakarta, kemarin.
Sepanjang pertengangan tahun ini, pihak Ditjen Bea dan Cukai telah berhasil melakukan pencegahan terhadap masuknya barang ilegal hingga mencapai 4,2 juta lembar pakaian. Barang selundupan itu terdiri dari 14 ribu ballpres pakaian, masing-masing 300 lembar pakaian.
Antisipasi dilakukan Bea dan Cukai di sejumlah daerah rawan penyelundupan seperti di perairan yang berbatasan dengan Malaysia. Demikian pula pengawasan di sejumlah pelabuhan akan terus ditingkatkan.
Bisnis baju impor ini memang tumbuh subur apalagi jelang lebaran terutama di daerah sub-urban perkotaan. Penjualan baju bekas ini sebenarnya muncul lebih dulu di beberapa daerah seperti di Sumatera, Batam, Kalimantan dan Sulawesi. Baru kemudian menyebar ke kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.
Jenis barang impor bermacam-macam, mulai dari kaos, hem, jaket, celana panjang, sepatu sampai selimut-selimut tebal dan bed cover. Harga barang-barang yang dijual di kota-kota yang dekat dengan pelabuhan, biasanya lebih murah daripada di kota-kota lain.
Di tengah masih sulitnya ekonomi yang menyebabkan rendahnya daya beli masyarakat, pakaian bekas ini tetap laku di pasaran. Dengan harga mulai Rp10 ribu, penggemar produk pakaian bekas ini bisa bergaya.
Hanya saja, produk impor ilegal ini jelas merugikan. Tak hanya potensi pemasukan bagi negara dari sektor pajak yang melayang tetapi juga ikut menyengsarakan industri tekstil dan produk tekstil nasional.
Ini (barang impor ilegal) perlu diwaspadai karena dapat mengganggu industri pakaian dalam negeri. Kalau masuk di pasaran lumayan menganggu produksi dalam negeri, tambah Frans.
Ditjen Bea dan Cukai memang tak pernah berhenti berupaya menggagalkan penyelundupan ini. Awal tahun ini saja, 2.200 bal baju bekas impor berhasil digagalkan. Penyelundupan terjadi di perairan Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Sepanjang tahun lalu, Bea dan Cukai juga menggagalkan 11 kasus penyelundupan pakaian bekas. Total, ada 17.775 bal atau setara dengan 4,5 juta helai pakaian bekas yang disita. Pakaian bekas itu bernilai Rp18 miliar.
Namun tampaknya upaya menjegal masuknya barang impor ilegal berupa pakaian bekas ini masih akan menghadapi kendala. Selain masih lemahnya pengawasan dari aparat terkait, permintaan pasar terhadap produk murah ini di Tanah Air masih cukup tinggi.
Pakaian bekas impor ini dibenci pemerintah karena merugikan industri nasional namun dirindukan kalangan kecil yang membutuhkan barang layak pakai berharga murah. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.