INILAH.COM, Banten - Kerjasama masyarakat dalam pembangunan infrastruktur masih belum berkembang karena masih dilakukan dalam skala kecil dan tergantung kepemimpinan daerah.
"Community based masih baru dan biasanya skala kecil dalam proyek PRPM seperti dermaga dan pelabuhan," ujar Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, Sabtu (31/7).
Lebih lanjut, dia mengatakan pembangunan Bandara Kualanamo yang dibangun atas kontribusi masyarakat sekitar 90% dan pemerintah daerah tingkat II sekitar 10% didukung dari kepemimpinan daerah dan dibantu program corporate social responsibilty (CSR). "Bandara termasuk investasi mahal tapi bisa diswadayakan oleh masyarakat di Kualanamo dan itu karena community based," tambah Bambang.
Seperti diketahui, pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp1.500 triliun untuk proyek infrastruktur. Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp500 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Bambang menuturkan pembiayaan tersebut memiliki kesenjangan sehingga membutuhkan kerjasama swasta, pemerintah dan masyarakat. [mel/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !